• Sel. Nov 30th, 2021

BHAYANGKARA

PERDANA NEWS

Deklarasi Aliansi Bali Shanti (ABS) dan Penandatanganan Dua Ormas Terbesar di Bali

Byadmin

Nov 15, 2021

BALI, bhayangkaraperdananews.com – Dua Ormas terbesar di Bali yaitu LASKAR BALI SHANTI & BALADIKA BALI Mendeklarasikan berdirinya Aliansi Bersama yang diberi nama ALIANSI BALI SHANTI (ABS). Yang inisiator pendirian ALIANSI BALI SHANTI (ABS) adalah tokoh-tokoh pendiri dari kedua Ormas yang peduli akan keadaan situasi konflik antara Sampradaya dengan Hindu Bali dan adanya konflik Umat Hindu Dresta Bali/Nusantara dan Sampradaya semakin mengkristal terjadi polarisasi. Sehingga terjadi dualisme Kepengurusan PHDI MLB dan PHDI Mahasabha XII.

Acara Deklarasi tersebut digelar pada hari Senin tanggal 15 Nopember 2021 jam 16:00 Wita – selesai yang bertempat di lokasi Gong Perdamaian Dunia Desa Kerthalangu Kesiman, Denpasar Timur, dan penandatanganan diwakili oleh masing masing sekretaris ormas antara Laskar Bali Shanti dan Baladika Bali.

Bahwa Aliansi Bali Shanti (ABS) dibentuk berdasarkan hal-hal sebagai berikut : Bahwa International Convention on Civil and Political Rights (ICCPR) yang sudah diratifikasi Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (DPR RI) mewajibkan setiap warga negara untuk tidak mengingkari hak-hak kelompok minoritas dan mewajibkan setiap negara untuk mengambil tindakan khusus dan positif yang dibutuhkan untuk melindungi identitas kelompok minoritas dan hak hak anggotanya untuk menikmati dan mengembangkan budaya dan bahasa mereka, dan menjalankan dan mengamalkan agama atau menggunakan bahasa mereka sendiri (Klausa 27, ICCPR).

Sehubungan dengan hal diatas sesungguhnya Bali dan Krama Bali adalah salah satu dari berbagai kelompok minoritas yang dibangun diatas nilai nilai kearifan lokal dan Aliansi Bali Shanti (ABS) memiliki anggota lintas agama dan bagi penganut Agama Hindu landasan spiritualnya adalah Eka Twa Aneka Twa Swalaksana Bhatara Hindu Bali dengan Catur Drestanya yang berhak dan wajib memperoleh perlindungan dari pemerintah.

Bahwa sehubungan dengan adanya perkembangan kelompok organisasi transnasional asing berbalut agama & spiritual (Hare Krishna-Iskcon, Sai Baba dan Sampradaya Asing lainnya) yang sangat meresahkan Krama Bali. Hal ini mengundang penyikapan kolektif dari berbagai organisasi masyarakat Bali yang peduli terhadap tradisi, adat, budaya dan agama Hindu Bali dengan Catur Drestanya menyatakan bersepakat untuk menggabungkan diri untuk membangun aliansi dalam rangka menyatukan nilai, visi, dan pemahaman untuk mengambil langkah-langkah yang dibutuhkan untuk menjaga dan memelihara perdamaian khususnya di Pulau Bali.

Asas Aliansi Bali Shanti (ABS) adalah sebuah forum koordinasi yang dibentuk berasaskan Pancasila, berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 (UUD 1945), dan semangat Bhineka Tunggal Ika dan Aliansi Bali Shanti (ABS) untuk memenuhi dan melaksanakan hak dan kewajiban Ormas sesuai dengan ketentuan Pasal 20 dan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas yaitu :

Pasal 20 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Hak dari Ormas :

e. Mendapatkan perlindungan hukum terhadap keberadaan dan kegiatan Organisasi dari Pemerintah;

f. Ormas berhak melakukan kerjasama dengan Pemerintah, Pemda, Swasta, Ormas lain dan pihak lain dalam rangka pengembangan dan keberlanjutan Organisasi. 

Pasal 21 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang kewajiban Ormas :

b. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;

c. Memelihara nilai agama, budaya, moral, etika, dan norma kesusilaan serta memberikan manfaat untuk masyarakat;

d. Menjaga ketertiban umum dan terciptanya kedamaian dalam masyarakat.

Maka oleh karena itu kami bersepakat membentuk Aliansi Bali Shanti (ABS).

Ciri Aliansi Bali Shanti (ABS) merupakan wujud perjuangan bersama berbagai organisasi Krama Bali dan individu-individu tertentu yang peduli Bali untuk berjuang secara terkoordinir dalam mewakili aspirasi Krama Bali, dalam memperjuangkan keutuhan identitas manusia Bali, nilai-nilai kearifan lokal Bali dan ideologi dengan tujuan mempertahankan identitas, nilai-nilai dan ideologi Bali sebagai salah satu unsur keberagaman adat dan budaya nasional, maka Aliansi Bali Shanti (ABS) sebagai Aliansi yang taat hukum dan taat azas untuk memenuhi ketentuan Pasal 20 dan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tersebut wajib bersinergi dengan Pemerintah, TNI/Polri dan pihak terkait untuk ikut serta menjaga Bali agar aman tentram dan damai sejahtera.

Sifat Aliansi Bali Shanti (ABS) adalah sebuah Gerakan koordinasi yang bersifat ad hoc yang dibentuk khusus untuk menyikapi berbagai permasalahan Bali yang terkait dengan perlindungan identitas dan idealisme Bali. Karena sifatnya ad hoc, maka aliansi ini akan otomatis bubar setelah tujuannya tercapai kecuali disepakati lain oleh anggota aliansi dikemudian hari. Kegiatan aliansi ini bersifat independent, sukarela, sosial dalam kegiatan, mandiri dalam bersikap. Proses pembuatan putusan dilakukan secara kolektif kolegial dan demokratis.

Acara Deklarasi Aliansi Bali Shanti (ABS) dilaksanakan dengan sukses yang dihadiri oleh Pengurus dan Anggota kedua Ormas terbesar di Pulau Bali tersebut yaitu Laskar Bali Shanti & Baladika Bali yang telah bersepakat bersinergi dengan Pemerintah, TNI/Polri untuk menjaga dan memelihara kedamaian di Pulau Bali yang sama-sama kita cintai ini. (MBPN-Giriawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *