• Sen. Jun 14th, 2021

Kadis Perhubungan Aceh Singkil Diserang Anak Buahnya

Byadmin

Jun 1, 2021

ACEH SINGKIL, bhayangkaraperdananews.com – Kisruh di lingkungan Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Singkil seakan tiada habisnya. Tak pelak lagi, anak buah yang notabene para ASN dan pegawai honorer di Dinas tersebut menyerang Pimpinannya dengan melayangkan surat Pernyataan sikap alias Mosi tidak percaya yang ditujukan kepada Sekda Kabupaten Aceh Singkil.

Surat yang ditanda tangani Duapuluh sembilan orang itu, tertanggal 18 Mai 2021, dengan Perihal ketidak percayaan lagi (Mosi tidak Percaya), terhadap sang Kepala Dinas, Malim Dewa. Tidak dianggap remeh, bahwa isi dari surat Mosi tidak Percaya itu memuat tujuh poin, termasuk didalamnya bahwa Intervensi istri dari sang Kadis turut serta mengacaukan terhadap jalannya kinerja/Program Dinas yang berseragam Putih-biru itu.

Dalam isi surat tersebut, Kadis, Malim Dewa, tidak transparan terhadap anak buahnya dan tidak melibatkan PPTK untuk program yang ada dalam anggaran Dishub yang terutama dua tahun terakhir.

Ironis memang, bahwa anak buah tidak percaya lagi terhadap kinerja Pimpinannya. Namun itu adalah suatu mekanisme Demokrasi yang bisa dilakukan untuk sebagai bahan koreksi dan Evaluasi terhadap Kepala Daerah yaitu Bupati Aceh Singkil. “Tidak mungkin ada asap, kalau tidak ada api”,Begitulah peribahasa  yang sering terjadi, sejurus dengan fakta yang ada. Ditengarai Kepemimpinan Malim Dewa di Dinas tersebut bagaikan Otoriter, yang dibayangi oleh Permaisuri yang senantiasa mengintervensi.

MBP-News, mengkonfirmasikan perihal Surat Mosi tidak Percaya itu terhadap SEKDA Kab.Aceh Singkil, Drs Azmi, mengatakan, bahwa benar surat tersebut sudah diterima dan sudah melakukan investigasi secara langsung terhadap Malim Dewa. “Kami sudah turun bersama Asissten dan Staf Ahli ke Dinas Perhubungan yang berhadapan dengan Kadis, Malim Dewa. Kami sudah introgasi tentang tujuh poin di surat tersebut, ya tentu kami ada kesimpulan sebagai catatan yang akan kita sampaikan terhadap Bupati. Kita serahkan saja kepada pak Bupati, bagaimana evaluasinya yang bisa memperbaiki Management Dinas tersebut. Terserah pak Bupati, agar dapat membuat suatu kebijakan yang terbaik”, ujar Sekda, Azmi.

Ditempat terpisah, MBP-News mewawancarai Kadis, Malim Dewa,(Sabtu,29/5), seputar serangan surat dari anak buahnya itu, mengatakan bahwa menerima dengan Berlapang dada. Malim Dewa menyampaikan bahwa perlakuan anggotanya itu adalah hak mereka. Senang atau tidak senang saya terima, katanya. Namun Malim Dewa katanya punya segudang catatan, diantaranya bahwa Kabid  di dinas nya itu tidak bisa bekerja. Anak buah yang lain pun juga tidak bisa bekerja sesuai dengan petunjuk Program yang dibuatnya.

“Kabid dan anak buah yang lain, tidak bisa bekerja untuk memajukan kinerja kita. Saya suka jemput bola untuk loby dana Provinsi maupun Pusat, tapi mereka tidak bisa mengimbangi untuk membantu saya sesuai tugas mereka. Diantara mereka banyak yang datang kekantor cuma sebentar, habis itu teken pulang. Saya ajak mereka bekerja, tapi mereka tidak mampu, karena memang tidak bisa bekerja. Saya benahi dinas tersebut dua tahun ini, Namun mereka itu tidak nyambung. Senang atau tidak senang, saya terima dengan tegar. Kita serahkan saja kepada pak Bupati, apakah saya dimutasi, bahkan saya di Pecat pun siap untuk menerimanya. Saya pertanggung jawabkan atas kinerja saya di Dinas Perhubungan, karena diangkatnya saya menjadi Kepala Dinas adalah dasar pak Bupati meminta saya untuk membenahi Dinas ini. Jadi, apapun keputusan Bupati, saya terima !”, Ujar Malim Dewa, tegas. (MBP-News/H.t)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *