• Sab. Apr 20th, 2024

BHAYANGKARA

PERDANA NEWS

Kuliah Umum : Ruang Siber dan Keutuhan NKRI (Ancaman dan Peluang)

ByMBP-NEWS

Apr 10, 2021

JATENG, bhayangkaraperdananews.com – Kuliah umum yang dilakukan secara virtual yang membahas terkait dengan Ruang Siber dan Keutuhan NKRI (Ancaman dan Peluang). Kuliah umum ini diselenggarakan oleh Nusantara Training and Research yang bekerjasama dengan beberapa Lembaga yaitu Magister Ilmu Hukum UNDARIS Ungaran Kabupaten Semarang, Universitas Ngudi Waluyo Ungaran Kabupaten Semarang, STKIP NU Tegal, Politeknik Informatika Nasional (Makasar), STT Sangkakala (Salatiga) dan Badan Intelijen Negara Republik Indonesia. Bertindak sebagai Pemateri yaitu Brigjend Pol. Rudy Tranggono, S.st. MK. yang saat ini juga menjabat sebagai Direktur Komunikasi Sosial di Badan Inteligen Negara (BIN). (10 April 2021)

Kuliah umum ini diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia dari berbagai wilayah dan beragam profesi. Kuliah yang diadakan pada pukul 13.00 – 15.00 WIB berlangsung secara interaktif, karena materi yang disajikan sesuai dengan keadaan terkini yang dihadapi langsung dalam keseharian masyarakat Indonesia. Dalam pemaparannya, Brigjend Pol. Rudy Tranggono, Sst. MK menyatakan bahwa penggunaan Media Sosial per 11 Februari 2021 mencapai 170 Juta Jiwa. Angka ini meningkat 10 Juta dari periode sebelumnya. Di Indonesia sendiri, platform media sosial yang laris digunakan oleh masyarakat adalah Youtube yang mencapai 93,8 persen, kemudian disusul oleh Whatsapp 87,7 persen dari pengguna di Indonesia. 

Dari penggunaan media sosial yang tinggi di masyarakat Indonesia menimbulkan ancaman pada konten-konten negative yang dapat merusak tatanan sosial dan integrasi bangsa. Data Kemenkominfo dari periode Januari sampai September 2020 didapati sebanyak 1,3 Juta konten Negatif, 1,06 Juta konten pornografi, dan menyusul dibawahnya unsur perjudian, penipuan, terrorisme, dan kekerasan. Maraknya konten negative tersebut perlu disikapi dengan baik. Media sosial yang ada di ruang siber memegang peranan penting dalam kehidupan sosial, karena melalui media tersebut perilaku dan kebiasaan masyarakat dapat berubah. Rendahnya literasi digital di dalam masyarakat dan arus teknologi informasi yang semakin pesat menjadi sebuah ancaman dan peluang yang perlu dikelola dengan baik, guna meningkatkan ketahanan nasional.

Paparan dari Brigjend Pol. Rudy Tranggono, Sst. MK ditutup dengan diskusi bersama dengan peserta yang hadir, dan berasal dari beragam profesi baik dari akademisi, praktisi, guru, Polisi, Advokat dan mahasiswa ilmu hukum. Dalam diskusi tersebut dapat ditarik simpulan bahwa perubahan kehidupan sosial masyarakat yang menuju Digital Society merupakan realitas kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu diperlukan kemampuan teknologi untuk kontigensi serta peningkatan cyber monitoring dan cyber intervention. Para peserta mengharapkan  perkuliahan dengan materi dan pemateri semacam ini perlu dilakukan secara kontinyu untuk dapat membuka wawasan dan membangun ketahanan nasional. Hal ini diperlukan dalam upaya membangun pertahanan di ruang siber untuk dapat mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia yang merdeka, Bersatu, berdaulat, adil dan Makmur. (MBP – Fibry Jati Nugroho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *