• Sel. Nov 30th, 2021

BHAYANGKARA

PERDANA NEWS

Lucu, Terancam Diberhentikankan Kontraknya karena Alasan Bertatto dan Pernah Pertindik di Bandara Ngurah Rai Bali

Byadmin

Nov 22, 2021

BALI,bhayangkaraperdananews.com – Sejumlah scurity Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, datang ke rumah aspirasi saat manis Kuningan tanggal 21 November 2021 menyampaikan bahwa, mereka terancam kehilangan pekerjaan karena kontraknya tidak dilanjutkan oleh Pihak Angkasa Pura Sufort PT. APS anak perusahan dari PT. Angkasa Pura 1.
Yang membuat mereka kecewa dan resah karena adanya SE dari Angkasa Pura 1 sebagai pemberi kerja yaitu mereka di minta melamar kembali tapi salah satu syaratnya tidak adil yaitu tidak bertato dan pernah bertindik ,

Menurut Wayan Suatrawan dan Agus Amik Santosa yg mengkoordinir teman-temannya mengatakan bahwa mereka adalah Scurity Avsec yang sudah bekerja di Airport selama 13-20 tahun lamanya dan tidak pernah ada masalah, mereka sdh bertato dan pernah bertindik saat sebelum menjadi Scurity Avsec dan kami memiliki Lisensi , kami diminta melamar tapi syaratnnya tidak bertato dan petnah bertindik, kan dari awal.kami sudah gugur, beratikan lamaran itu hanya formalitas saja,

Mereka mewakili 136 orang security dan informasinnya jumblah Scurity yang terancam tidak dilanjutkan lebih dari 300 orang yang akan dihentikan kontraknya

Sebagai salah satu anggota Dewan yang bermitra tugas dg Kementerian BUMN saya menyayangkan rencana menghentikan kontrak ini karena beberapa hal :

Pertama, alasan bertato dan ada bekas tindik dalam situasi sekarang sudah tidak relevan, karena mereka sudah ada yg bertatto dan pernah ber tindik pada saat awal menjadi Scurity Avsec, lagian tatonya juga tidak terlihat ketika menggunakan seragam, masak gara-gara gambar burung kecil di lengan tidak dilanjutkan kontraknya.

Kedua, kondisi hari ini justru ketika AP 1 Ngurah Rai mulai ada pemasukan karena wisatawan domestik terus beranjak bangkit.

Ketiga, agak lucu dan cendrung diskriminatif persyaratan tidak bertatto dan pernah ada tindik, hanya untuk mereka tenaga kontrak saja, sedang di Angkasa Pura 1 banyak juga Scurity yg sudah jadi tenaga tetap juga memiliki tatto.

Kempat, mereka yang terancam tidak dilanjutkan kontraknya sebagian besar adalah warga lokal Bali dan rata-rata sudah berkeluarga dan punya anak, saya menduga rencana ini untuk menghindari beban pembayaran BPJS dan kemudian merekrut tenaga baru yang masih muda.

Saya akan menyampekan dengan APS dan pihak Angkasa Pura 1 serta juga kementerian BUMN untuk meninjau persyaratan itu, karena tidak adil, cendrung diskriminatif dan tidak manusiawi.
Ujar DPR RI Dapil Bali. (MBPN-Nengah Suena)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *