• Kam. Jul 25th, 2024

BHAYANGKARA

PERDANA NEWS

Musim Kemarau, Warga Dihimbau Tidak Membakar Sampah Sembarangan

ByMBP-NEWS

Okt 6, 2023

SRAGEN | bhayangkaraperdananews.com – Membakar sampah rumah tangga sepertinya menjadi suatu yang lumrah karena tujuannya menghilangkan sampah. Namun ternyata alih-alih menyelesaikan persoalan sampah tindakan membakar sampah justru menimbulkan cukup banyak keburukan. Takt hanya berbahaya bagi kesehatan manusia, membakar sampah juga berdampak buruk terhadap lingkungan.

Pagi ini, Sertu Sriyatno Babinsa Desa Purworejo Kodim 0725/Sragen melaksanakan giat Komsos dengan Warga Masyarakat dk. Kobar RT 04 Desa Purworejo.

Sertu Sriyatno mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah secara sembarangan, terutama di musim kemarau seperti saat ini. Pasalnya, api bisa merembet ke benda-benda yang ada di sekelilingnya dan bisa menimbulkan kebakaran.
“Hindari membakar sampah apalagi membuang puntung rokok sembarangan. Itu bisa memicu kebakaran, karena kita sedang dilanda musim kemarau,” ujarnya, Jum’at ( 06/10/2023 )

Membakar sampah rumah tangga sepertinya menjadi suatu yang lumrah karena tujuannya menghilangkan sampah. Namun ternyata alih-alih menyelesaikan persoalan sampah tindakan membakar sampah justru menimbulkan cukup banyak keburukan. Tak hanya berbahaya bagi kesehatan manusia, membakar sampah juga berdampak buruk terhadap lingkungan.

Menurut Sriyatno, ada beberapa langkah yang bisa diterapkan agar bisa menghindari bahaya membakar sampah ini. Yang pertama, mengurangi sampah dengan lebih memilih produk dalam satu kemasan yang besar daripada dalam kemasan plastik kecil. Kemudian lebih memilih produk yang bisa diisi dan didaur ulang daripada produk yang hanya sekali pakai.
Yang kedua, menggunakan kembali barang-barang yang masih bisa dimanfaatkan. Mendonasikan barang-barang yang sudah tidak lagi dibutuhkan, seperti pakaian, buku, atau furnitur.

“ Ketiga, mengolah kembali sampah organik menjadi kompos, misalnya sampah yang dihasilkan dari dapur. Keempat, membuang sampah melalui petugas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), jika tidak bisa mengolah sampah sendiri “ ucap Babinsa. (MBPN-Bei Okta)