• Sel. Nov 30th, 2021

BHAYANGKARA

PERDANA NEWS

Polrestabes Semarang Bongkar Prostitusi Online Ditempat Kos, Seorang Mucikari Diamankan

Byadmin

Nov 22, 2021

SEMARANG,bhayangkaraperdananews.com – Satreskrim Polrestabes Semarang membongkar kasus Prostitusi Online di sebuah tempat Kos Jalan Gayamsari II Kecamatan Gayamsari Kota Semarang, Kamis (18/11/2021) sekitar pukul 17.00.

Dalam pengungkapan ini, Petugas menangkap seorang pria DP (33) warga kebondalem kabupaten kendal yang berperan sebagai mucikari.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Irwan Anwar, S.I.K., S.H., M.Hum., dalam Konferensi Ungkap Kasus di Polrestabes Semarang, Senin (22/11/2021) siang, mengatakan, kasus ini terungkap berawal dari laporan masyarakat lewat WhatsApp yang diterima langsung oleh Tim Tebas, bahwa di kos tersebut diduga sering dijadikan tempat untuk porsitusi online. Mendapat laporan tersebut personel tim Tebas regu 3 bergerak menuju lokasi dan melakukan pengecekan.

Lanjut Kapolrestabes, dari hasil pengecekan didapati laki-laki dan perempuan berada didalam di kamar kos nomor empat. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata mereka bukan suami istri, dan perempuan tersebut open BO melalui aplikasi michat.

“Setelah dilakukan pengembangan, perempuan yang diduga sebagai pelaku open BO ini mengatakan praktik prostitusi ini dikelola oleh pelaku DP.” ungkap Kapolrestabes.

“Yang bersangkutan berperan sebagai mucikari, dan berhasil ditangkap petugas di dalam kamar kos nomor enam yang ditempatinya,” tuturnya

Selain menangkap pelaku, Petugas juga mengamankan barang bukti
yaitu dua buah HP merk Samsung dan Vivo milik pelaku,
Kondom bekas pakai, sebuah sprei
, tiga pack kondom baru, uang tunai Rp. 400.000,- dan Rp 300.000 ,-.

Selanjutnya, DP, digelandang ke Mapolrestabes Semarang guna dilakukan pemeriksaan dan pengembangan. Saat ini, pelaku masih mendekam di ruang tahanan untuk dilakukan proses hukum selanjutnya.

Atas perbuatannya, pelaku DP dikenakan
Pasal 2 ayat (1) UU RI No. 21 Th. 2007 tentang Pemberantasan Tindak
Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman pidana penjara paling
singkat tiga tahun dan paling lima belas tahun dan dipidana denda paling
sedikit Rp 120.000.000,- dan paling banyak Rp 600.000.000,-dan/atau
Pasal 296 KUHPidana dan diancam dengan pidana penjara minimal satu
tahun empat bulan.

(MBPN-Eliezer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *