• Sen. Jun 14th, 2021

Puncak Syawalan Wisata Karang Jahe Beach (KJB) Penuh

Byadmin

Mei 20, 2021

REMBANG, bhayangkaraperdananews.com – Semenjak Perbub Bupati Rembang untuk wisata di Kabupaten Rembang boleh di buka tempat Wisata Karang Jahe Beach selalu penuh oleh pengunjung wisata. (20/5/2021)

Waka Polres Rembang Kompol Tamlikan saat di temui wartawan MBP- News di tempat pos pengamanan KJB menjelaskan: Untuk pengamanan pengunjung di wisata KJB ini dari Polres dan Kodim 0720 Rembang selalu bersiaga dalam pengamanan pemgunjung semaksimal mungkin menjaga keselamatan pengunjung wisata KJB ini.

Untuk acara lomban di KJB ditiadakan, hanya dalam acara Larung sesaji yang di perbolehkan itupun dengan peserta yang terbatas dan tetap melaksanakan Prokes.

Cek suhu, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak. Pelaksanaan sesuai peraturan pemerintah.

Usaha  menekan penyebaran Covid 19, Dari kami akan perketat keamanan  himbauan  lewat woro woro pengunjung harus selalu mematuhi prokes. untuk jumlah pengunjung KJB di batasi hanya 30% dari biasanya 30% itu sebanyak 4000 pengunjung.

Untuk pengamanan di pantai dari tim Polairut Polres Rembang dan tim Sar sudah di siapkan di titik rawan yang di lengkapi dengan pengamanan laut di dalam perahu karet. Tegasnya

Ketua Pengelola KJB Mashudi menyampaikan: wisata KJB di buka setelah ada peraturan Bupati Rembang. Dalam pengelolaan pelaksanaan pengunjung wisata tetap mengikuti anjuran pemerintah dengan selalu mematuhi Prokes.

Jumlah pengunjung kita batasi 40% dari kapasitas pengunjung wisata seperti biasnya sebelum pendemo Covid 19 yaitu sekitar 4000 pengunjung.

Pengunjung KJB tidak hanya di dalam kota Rembang saja tetapi juga ada yang dari kota atau kabupaten tetangga.

Karena puncak syawalan atau kopatan yang biasa tradisi orang Rembang ada lomban yang di gelar tiap tahun sekali, KJB ada lonjakan pengunjung sangat banyak.

Dari Tim pengelola untuk mengatasi hal tersebut kita atur jam masuk jadi pengunjung di haruskan setelah Dua Jam pengunjung harus sudah meninggalkan lokasi wisata guna bergantian dengan pengunjung wisata lainya, Pungkas Mashudi.(MBPN-Suparjan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *