• Sab. Okt 23rd, 2021

BHAYANGKARA

PERDANA NEWS

Sambangi Kabupaten Cirebon, Mendagri Minta Realisasi Insentif Nakes Ditingkatkan

Byadmin

Jul 28, 2021

JABAR, bhayangkaraperdananews.com, Cirebon – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Cirebon dan langsung mengadakan pertemuan dengan Bupati Cirebon beserta jajaran. Dalam pertemuan itu, Mendagri meminta agar realisasi anggaran insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) ditingkatkan. Pasalnya, berdasarkan data dari Kementerian Keuangan dan laporan pemerintah daerah yang diolah pada 24 Juli 2021, jumlah realisasi itu masih terbilang rendah yakni berada pada angka 16,73 persen.

“Menjadi catatan penting, insentif tenaga kesehatan, tolong ditingkatkan karena baru 16 persen lebih,” ujar Mendagri dalam keterangan persnya usai Rapat Koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon, Rabu (28/7/2021).

Mendagri menjelaskan, realisasi insentif bagi nakes tersebut penting agar mereka termotivasi dalam bekerja di tengah pandemi. Tenaga kesehatan, kata Mendagri, merupakan garda terdepan dalam menangani pandemi Covid-19. Ia menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Cirebon memiliki alokasi anggaran insentif nakes sekitar Rp 51,89 miliar.

“Mohon dengan hormat, Bapak Bupati untuk diatur betul supaya bisa dicairkan pada mereka yang berhak,” pinta Mendagri.

Sementara itu, Mendagri membeberkan perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon. Dia mengatakan, kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon relatif menurun. Ini ditunjukkan dengan tren angka kasus positif yang turun menjadi 50 kasus per hari, dari sebelumnya sempat meningkat hingga 500 lebih kasus per hari. “Data kita yang terakhir kita lihat 51 (kasus) per hari,” tutur Mendagri.

Selain itu, tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit (Bed Occupancy Ratio) juga telah mengalami penurunan menjadi 70 persen. Namun Mendagri menegaskan, angka tersebut masih belum bisa dikatakan aman. Tak hanya itu, angka kesembuhan juga membaik sekitar 70-an persen. Kendati demikian, angka ini belum mencapai target, yaitu di atas 90 persen. Sedangkan angka kematian di Kabupaten Cirebon juga mengalami penurunan yang signifikan hingga di bawah 3 persen, yakni sekitar 1,3 persen.

“Kita tentu tidak mengharapkan adanya kematian, tapi dari segi statistik terjadi penurunan yang signifikan, itu menunjukkan treatment yang baik dari sistem kesehatan yang ada di Kabupaten Cirebon,” terang Mendagri.

Mendagri menjelaskan, saat ini Kabupaten Cirebon masuk pada pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3. Dia berharap laju pandemi di kabupaten tersebut dapat lebih terkendali dengan memperbaiki sejumlah penanganan. Untuk itu, Mendagri kembali menekankan soal indikator yang harus diperhatikan dalam penanganan Covid-19, yakni jumlah angka positif yang menurun, tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit (Bed Occupancy Ratio) menurun, angka kematian menurun, serta angka kesembuhan yang meningkat. (MBPN-myus/Puspen Kemendagri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *