• Kam. Des 2nd, 2021

BHAYANGKARA

PERDANA NEWS

Sidang Pledoi, Kuasa Hukum Harap PN Jaksel Jadi Rumah Keadilan Arwan Koty

Byadmin

Nov 13, 2021

JAKARTA,bhayangkaraperdananews.com – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selata kembali menggelar sidang perkara Arwan koty pada Kamis, (11/11/ 2021).

Adapum perkara a quo ini berawal dari Arwan koty selaku pengusaha yang membeli alat berat 1 (satu) unit Crawler Excavator Volvo EC210D dengan membayar secara Tunai (CASH) seharga Rp. 1.265.000.000,- (satu miliar dua ratus enam puluh lima juta rupiah) kepada PT. INDOTRUCK UTAMA

Arwan Koty didakwa atas perkara laporan palsu yakni pada sengketa jual beli alat berat (excavator ) . Agenda sidang pada kamis 11 November 2021, dengan agenda sidang pembacaan nota pembelaan (pledoi) sebagai tanggapan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Pada sidang sebelumnya dalam surat tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum Abdul Rauh SH,MH. Arwan Koty dinyatakan bersalah dan dituntut 1 tahun. Dalam agenda pledoi kali ini Arwan Koty menyampaikan dan meminta agar majelis hakim yang memeriksa dan mengadili berkas perkaranya secara objektif dan mengedepankan keadilan.

Dalam pembacaan pledoinya di depan Majelis Hakim PN Jakarta Selatan pada Kamis 11 Novenber 2021 Arwan Koty juga sampaikan agar dibebaskan dari segala dakwaan maupun tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

Tim Kuasa Hukum , Arwan Koty, Aristoteles M.J. Siahaan dan dalam kesempatan pembacaan pledoinya mengatakan jika dalam persidangan juga terungkap bahwa bukti yang diajukan oleh JPU hanyalah surat surat foto copy, tanpa bisa menunjukan yang asli sebagai pembanding.

Tim kuasa hukum Arwan koty juga membaca keterangan Saksi Tommy Tuasihan yang menjadi saksi dalam persidangan sebelumnya , Tommy menyatakan mendapatkan pekerjaan pengangkutan alat berat tersebut ke Nabire dari pak Soleh Nurtjahyo PT Tunas Utama Sejahtera

“Saksi Tommy juga mengatakan, hanya mencharter kapal dari PT. Anugerah Indahsah dan saksi hanya mediator dalam hal pengangkutan, saksi juga membenarkan pada saat melakukan pengangkutan alat berat tersebut tidak ada Dokumen pengiriman dan Bill of Lading.

saksi juga tidak memiliki tanda terima dokumen apapun dengan PBM di Nabire dan tidak ada satu saksi pun yang menyatakan kalau Arwan Koty telah menerima atau mengambil alat excavator tersebu,” kata tim pengacara saat membacakan keterangan saksi Tommy Tuasihan.

Berdasarkan fakta-fakta dalam persidangan penasihat hukum Arwan koty menyatakan bahwa Excavator belum diterima oleh klienya. Penasihat hukum Arwan Koty juga menyatakan bahwa Berdasarkan semua alat bukti yang diajukan dalam persidangan perkara a quo ini memberikan petunjuk. telah terbukti dan hal ini bersesuaian dengan keterangan saksi Tommy Tuasihan yang mana saksi tidak memiliki Dokumen pengiriman maupun Bil Of lading dan juga serah terima alat berat tersebut sampai ke Nabire atau tanda terima kepada terdakwa maupun perwakilannya.

bahwa alat berat tersebut tidak pernah diserahkan kepada Terdakwa dan tidak pernah dikirim ke Nabire,Papua dan “Dari keterangan saksi-saksi yang dihadirkan oleh JPU juga bertolak belakang dengan surat dakwaan yang dibacakan JPU beberapa waktu lalu,” ucap Tim Kuasa Hukum pada kesempatan pembacaan pledoi di ruang sidang PN Jakarta Selatan pada kamis 11 Novenber 2021.

Pernyataan Saksi Ahli

Dalam kutipan pledoi yang disampaikan tim penasihat hukum Arwan Koty , menekankan soal pernyataan saksi ahli dari guru besar Hukum Pidana dari Universitas Islam Indonesia, Prof.Dr Muzakir,SH.MH.

Di persidangan saksi ahli Prof. Muzakir SH,MH menjelaskan tentang Pasal 220 laporan palsu dan pasal 317 KUHP

Menurutnya pasal 220 seseorang memberitahukan atau mengadukan bahwa telah dilakukan suatu perbuatan pidana, padahal mengetahui bahwa itu tidak dilakukan,

“artinya kejahatnnya tidak ada Delik biasa ketertiban umum sedangkan Pasal 317 penghinaan, Deliknya sengaja, menyerang kehormatan dan nama baik harus ada subyek hukum tertentu yang diadukan unsur aduannya palsu tidak ada diadakan tidak ada perbuatan apa apa tapi dilaporkan untuk mencemarkan nama baik pengaduan palsu pengaduan fitna termasul delik aduan menyerang kehormatan orang, “jelas Profesir Mudzakkir dalam Kesaksianya pada sidang di PN Jakarta Selatan melalu Video confrence Rabu 25 Agustis 2021.

Prof. Muzakir juga menjelaskan dipersidangan , jika dalam suatu perkara tidak ada objek yang dijadikan dakwaan oleh JPU, maka perkara tersebut juga dapat dikatakan tidak sepadan, artinya perkara tersebut bisa dianggap tidak ada.

Arwan koty Dibebaskan

Dalam perkara ini Tim Kuasa Hukum juga berharap kliennya bisa dibebaskan dari segala dakwaan dan tuntutan .

“Harapan kami Majelis Hakim PN Jakarta Selatan ini , dapat menjadi Hakim yang berkeadilan, yang mana PN Jakarta Selatan ini menjadi rumah keadilan bagi Arwan Koty” harap tim kuasa hukum.

Untuk diketahui Arwan Koty didakwa terkait perkara dengan nomor perkara No.1114/Pid.B/2021/PN.JKT.SEL., atas dugaan laporan palsu yang dilaporkan oleh Pt Indotruck Utama .

Apabila yang mulia majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara a quo ini berpendapat lain, penasihat hukum Arwan Koty berharap putusan yang seadil-adilnya (ex aequo at bono), Dengan tetap menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia terdakwa sebagai manusia.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati dan memberikan kesehatan kepada Yang Mulia Majelis Hakim dan kita semua, Amin.”tutur penasihat hukum Arwan Koty (MBPN-Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *