• Sen. Jun 14th, 2021

Terkait Kasus ASABRI : Kejagung dan BPK Paparkan Kerugian Negara Rp 22,87 Triliun

Byadmin

Mei 31, 2021

Jakarta, Bhayangkaraperdananews.com – Jaksa Agung ST Burhanuddin dengan di dampingi Wakil Jaksa Agung Untung Ari Muliadi  bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merilis hasil perhitungan tetap kerugian negara dalam skandal ASABRI. Jaksa Agung mengatakan kerugian negara akibat dugaan korupsi ASABRI sebesar Rp 22,78 triliun.

“Kerugian negara Rp 22,78 triliun, ada sedikit pergeseran dari perkiraan perhitungan awal,” kata ST Burhanuddin dalam jumpa pers di Kejaksaan Agung,  Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (31/5/21).

Burhanuddin mengatakan pihaknya telah menerima hasil kerugian keuangan negara pada 27 Mei.

“Secara faktanya 27 Mei kami sudah menerima bukti hasil perhitungan untuk PT ASABRI dan tanggal 28 Mei, kami telah menyerahkan berkas perkara serta tersangka,” tuturnya.

Ketua BPK, Dr. Agung Firman Sampurna, CSFA., CFrA., CGCAE. dalam jumpa pers menuturkan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)  telah menyerahkan hasil pemeriksaan investigasi dalam rangka perhitungan kerugian negara atau PKN atas dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi ASABRI Persero tahun 2012 – 2019, hari ini kita melakukan konfrensi pers namun memang tadi seperti yang telah disampaikan oleh Pak Jaksa Agung,  telah disampaikan dokumennya pada tanggal 27 mei kemudian pemeriksaan tersebut merupakan salah satu bentuk hubungan Badan Pemeriksa Keuangan dalam pemberantasan tindak pidana korupsi yang ditangani oleh kejaksaan, adapan kerugian negara yang disampaikan oleh Kejaksaan Agung kepada Badan Pemeriksa Keuangan pada tanggal 15 Januari 2021,Tuturnya.

 Pemeriksaan investigasi dalam rangka PKN tersebut juga dilaksanakan berdasarkan standar pemeriksaan keuangan negara (SPKN)  yang merupakan patokan bagi seluruh memeriksa pengelolaan keuangan dan tanggung jawab keuangan negara,  pemeriksaan investigasi dalam rangka yang dimaksudkan untuk memperjelas berkurangnya uang negara yang diakibatkan adanya perbuatan melawan hukum oleh pihak yang terkait, Sambungnya

 Lanjut,  sekalian Apabila ada kerugian negara berarti ada perbuatan melawan hukum Jadi bukan hanya uang hilang tetapi ada perbuatan melawan hukum yang menjadi penyebab dari tindak pidana tersebut.  kemudian Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK menyimpulkan adanya kecurangan dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asabri Persero selama tahun 2012 sampai dengan 2019. investasi yang dilakukan secara melanggar hukum pada beberapa pemilik perusahaan atau pemilik saham dalam bentuk saham dan Reksadana saham dan Reksadana tersebut merupakan investasi yang beresiko tinggi dan tidak liquid yang pada akhirnya tidak memberikan keuntungan bagi PT Asabri Persero.  nilai kerugian negara yang timbul sebagai akibat adanya penyimpangan atau perbuatan melawan hukum dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asabri Persero selama 2012 sampai dengan 2019 adalah sebesar 22, 78 Triliun Rupiah

Dan Pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kejaksaan Agung utamanya, kemudian kepada Otoritas Jasa Keuangan Bursa Efek Indonesia dan industri keuangan serta pihak yang lain yang telah mendukung pemeriksaan ini, Tutupnya. (MBP-Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *