• Sel. Nov 30th, 2021

BHAYANGKARA

PERDANA NEWS

Usai Terima Vonis Hukuman Mati, Begini Keadaan Sumani di Rutan Rembang

Byadmin

Okt 20, 2021

REMBANG, bhayangkaraperdananews.com – Usai sudah proses peradilan pada tingkat pertama terhadap Sumani, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Rembang. Sejak tanggal 10 Mei 2021 ia ditempatkan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Rembang. Dalam wawancara Kepala Lapas Rembang membeberkan terdakwa Sumani di Lapas Rembang setelah di vonis Hukuman Mati oleh PN Rembang beberapa Minggu lalu, (Selasa, 19/10/2021).

Selama menjalani masa tahanan di Rutan Rembang, dalam pemberian fasilitas pelayanan Sumani mendapat fasilitas yang sama dengan Tahanan lainnya. Pada awal diterima dari Polres Rembang, selama 2 minggu ia ditempatkan di blok karantina. Penempatan blok karantina tersebut adalah prosedur yang diterapkan Rutan terhadap semua Tahanan yang baru masuk. Selain untuk mengantisipasi penyebaran Covid19, karantina tersebut juga bertujuan sebagai masa pengenalan lingkungan. Tahanan baru tidak langsung dibaurkan dengan Narapidana atau Tahanan yang sudah lama.

Usai dikarantina, Sumani menjalani hari-harinya di Rutan Rembang secara normal. Ia dibaurkan dengan Narapidana dan Tahanan lainnya untuk mengikuti kegiatan-kegiatan pembinaan.

Supriyanto, Kepala Rutan Rembang menyampaikan, memang secara umum Sumani diperlakukan sama dengan Narapidana dan Tahanan lainnya.
“kami tetap professional dalam menjalankan tugas. Terlepas dari kasusnya yang berat, dalam pemberian layanan kami tidak diskriminatif. Artinya, ia mendapatkan perlakuan yang sama dalam hal pelayanan” ujar Karutan.

Sumani mendapat pelayanan yang sama, ia bisa menggunakan layanan kunjungan online atau video call, menerima kiriman makanan dari luar, mengikuti pengajian, membaca di perpustakaan, dan mengikuti olah raga bersama setiap pagi. Seperti yang sedang dilaksanakan pada hari ini, Selasa (19/10), ia mengikuti pengajian di Masjid At-Taubah Rutan Rembang.

Lebih lanjut Supriyanto menjelaskan ada hal khusus terkait pengamanan yang diberikan kepada Sumani. Ia menginstruksikan kepada anggotanya yang berjaga agar selalu waspada, terutama terhadap Sumani, dan terhadap semua Warga Binaan pada umumnya. Saat ini Sumani ditempatkan di sel hunian yang lokasinya mudah untuk dilakukan pengawasan.

“memang benar, terkait pengamanan tentunya kita berikan atensi yang lebih terhadap yang bersangkutan ini (Sumani). Yang bersangkutan kami tempatkan di kamar hunian yang lokasinya mudah pengawasan, kami juga menghimbau kepada Petugas yang berjaga agar selalu waspada, tingkatkan frekuensi kontrol keliling terutama pada saat malam hari” tuturnya.

Kontrol keliling merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Petugas Jaga yaitu melakukan pemeriksaan keadaan di setiap kamar hunian. Tujuannya adalah untuk memastikan Warga Binaan, serta sarana dan prasarana dalam keadaan aman.

Blok hunian yang ditempati oleh sumani dilengkapi dengan kamera pengawas, dan mesin presensi kontrol Petugas. Dengan demikian, melalui mesin presensi tersebut, dapat dipastikan setiap saat Petugas melakukan kontrol di blok hunian tersebut.

“ada kamera pengawas dan mesin kontrol sidik jari di blok huniannya, mesin presensi ini berfungsi sebagai tanda bukti bahwa Petugas Jaga selalu standby, tidak tidur. Petugas diwajibkan absen di mesin itu, apabila terlewat sedetik saja tidak kontrol maka penilaiannya akan merah atau buruk” pungkas Kepala Rutan.

Sebelumnya, pada tanggal 7 Oktober lalu Sumani telah mendapat Vonis Hukuman Mati dari Hakim Pengadilan Negeri Rembang. Saat ini pihak Sumani mengajukan banding. Rutan Rembang sendiri fokus dalam pemberian pelayanan dan pengamanan terhadap Sumani agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. (MBPN-Suparjan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *