• Sen. Jan 17th, 2022

BHAYANGKARA

PERDANA NEWS

Warga Desa Guntur Purworejo Gruduk Kantor BPN Jateng

Byadmin

Des 29, 2021

JATENG, bhayangkaraperdananews.com – Aksi damai yang di ikuti sekitar 200 peserta dengan menggunakan 3 armada bus dari Purworejo, Rombongan aksi unjuk rasa dimulai dari depan stadion Diponegoro menuju ke kantor BPN Jateng Jln. Ki mangunsarkoro  beberapa warga membentangkan spanduk maupun bendera berorasi menuju Kanwil BPN yg berjarak lebih kurang 100 meter. Senin 27 Desember 2021.

Para pengunjuk rasa hanya tertahan didepan gerbang masuk gedung BPN Jateng. Untuk menemui Kakanwil BPN Jateng Dwi Purnomo hanya di perbolehkan 5 orang perwakilan aksi, sedang diluar gedung aksi tetap dilaksanakan dengan membacakan tuntutan mereka.

dengan bergantian pendemo salurkan aspirasinya, karena mereka merasa tidak adil dengan ganti-rugi lahan tanah dengan harga rendah yang dipatok Rp 50.000,- permeter, karena harga itu tidak sama dengan desa desa lain, yang sama sama terkena gusuran.

Sementara Tumin sebagai Kaur pembangunan desa Guntur kec bener Purworejo yang ikut aksi memberi keterangan pada awak Media, kami sungguh kecewa dengan ganti rugi lahan di desa kami hanya dihargai 50.000/meter2. Padahal desa kami ini termasuk daerah vital keberadaannya persis titik pembangunan Bendungan Bener, untuk desa yang lain terdampak bangunan ini sudah menerima ganti rugi sekitar 120.000/130 000 per meter. Dalam hal ini serasa tidak adil kalau BPN memberikan harga rendah pada lahan kami, padahal putusan dari pengadilan Purworejo maupun pengadilan tinggi Jawa tengah sudah memberikan putusan berpihak pada warga masyarakat yang seharusnya sesuai dengan ganti rugi 120.000 seperti desa yang lain.

Karena putusan pengadilan sejak tahun 2019 sampai sekarang belom terealisasi, maka warga datang kesini agar ganti-rugi yang sangat lambat segera lekas cair, ada 150 lahan warga yang sudah dibangun, mereka tidak  bisa mengolah lahan untuk bercocok tanam.

Salah satu aksi yang berada didepan rekan rekan dan pihak keamanan saling berhadapan berorasi, ” kami tidak menghambat pembangunan dan rela lahan kami dijadikan bendungan asal ganti ruginya adil dan sama dengan desa lain “, Sementara 5 orang wakil dari warga yang bernegosiasi dengan pihak Kakanwil Dwi Purnomo. Hampir 4 jam menghasilkan kesepakatan untuk secepatnya masalah ganti rugi lahan warga diselesaikan.

Dari hasil negosiasi terjadi Kesepakatan yang ditandatangani kedua belah pihak dari perwakilan warga dan kanwil BPN jateng yaitu; Dwi Purnomo kakanwil BPN Jateng, Andi Kristanto kepala kantor pertanahan kabupaten porworejo, Frabsisco Viana pierera Kabid PPS, Heri Sulistiyo Kabid PHP, Sri Yanti Achmad, dari hasil kesepakatan tersebut warga merasa lega dan aksi membubarkan diri. (MBP NEWS Rohani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *