• Sab. Feb 27th, 2021

BHAYANGKARA

PERDANA NEWS

Webinar Internasional: “Building Mutual Understanding Between, Muslims, Christians, and Jews AS an Abrahamic Family Through Education”

Byadmin

Jan 21, 2021

bhayangkaraperdananews.com.Jakarta – Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia yang multi  agama, sangat penting untuk membangun dan mengembangkan sikap saling memahami dan menghormati. Dalam kerangka pemikiran ini, Kementerian Agama Republik Indonesia bekerjasama dengan Institut Leimena telah menyelenggarakan  Webinar dengan tema: “Building Mutual Understanding Between, Muslims, Christians, and Jews AS an Abrahamic Family Through Education” pada hari Senin, 18 Januari 2021, Pukul 19.30-21.30 WIB.  Penyelenggaran Webinar ini dimaksudkan untuk membangun sikap saling memahami dan menghormati antar umat Muslim, Kristen dan Yahudi sebagai sebuah keluarga Abrahamik melalui pendidikan, terutama di sekolah-sekolah.

Menteri Agama Republik Indonesia, H. Yaqut Cholil Qoumas, dalam sambutannya, sekaligus membuka secara resmi penyelenggaraan webinar, sangat bersyukur dengan pelaksanaan webinar yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama dan Institut Leimena di tengah berbagai musibah yang saat ini terjadi di beberapa daerah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurut Yaqut Cholil Qumas, membangun sikap saling menghargai sangat penting di mana Islamofobia, antisemitisme dan berbagai bentuk kebencian agama menjadi marak saat ini. Hal ini perlu dilakukan mulai dari keluarga sebagai basis, sehingga fitrah agama sebagai inspirasi yang membangun peradaban dan persaudaraan sesama umat manusia. Sementara itu, Chairman Institut Leimena, Drs. Jakob Tobing, MPA dalam sambutannya mengatakan bahwa keberagaman adalah eksistensi bangsa Indonesia yang perlu dirawat dan dipelihara untuk kemaslahatan kehidupan berbangsa dan bernegara. Demikian pula Senior Fellow Institut Leimena, Dr. Alwi Shibab, dalam sambutannya mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi dasar dalam membangun moderasi dan toleransi beragama di Indonesia, maupun dalam rangka membangun perdamaian di level internasional. Pendidikan yang dimaksud dalam konteks agama-agama Abrahamik perlu terus dilakukan dengan mengintegrasikan pengetahuan-pengetahuan yang bersumber dari tradisi dan teks agama-agama Abrahamik yang dimaksud.

Dalam Webinar yang dimoderatori oleh Matius Ho, Executive Director Institut Leimena menghadirkan beberapa tokoh penting sebagai narasumber, yaitu: Syekh Dr. Mohammad bin Abdulkarim Al-Issa (Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia dan Anggota Dewan Ulama Senior Arab Saudi), Pdt. Dr. Henriette T. Hutabarat-Lebang (Ketua Majelis Pertimbangan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia dan Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan), Rabbi David Rosen, KSG, CBE (Direktur Internasional Hubungan Lintas Agama American Jewish Committee dan Anggota Dewan Direktur KAICIID), Prof. Dr. M. Amin Abdullah (Guru Besar UIN Sunan Kalijaga dan Ketua Komisi Kebudayaan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia).

Webinar yang sangat menarik dan dinamis ini diikuti oleh lebih dari 3000 peserta dengan latar belakang agama, negara dan etnis yang berbeda-beda. Para peserta webinar berasal dari kurang lebih 500 kota di seluruh dunia. (MBP- Daud Alfons Pandie )

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *