• Jum. Jul 19th, 2024

BHAYANGKARA

PERDANA NEWS

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana bekerja sama dengan Komisi IX DPR RI Sosialisasi KIE

ByMBP-NEWS

Jan 15, 2024

GROBOGAN | bhayangkaraperdananews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana bekerja sama dengan Komisi IX DPR RI melaksanakan Sosialisasi KIE Percepatan Penurunan Stunting yang bertempat di Gedung Kartika Gubug, (14/1/24)
Kegiatan ini dihadiri 300 peserta dan didasari oleh Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting.

Perpres ini mengatur antara lain mengenai: 1) strategi nasional percepatan penurunan stunting; 2) penyelenggaraan percepatan penurunan stunting; 3) koordinasi penyelenggaraan percepatan penurunan stunting; 4) pemantauan, evaluasi, dan pelaporan; dan 5) pendanaan.

Edy Wuryanto mengatakan jika 1000 hari pertama kehidupan merupakan hal yang paling penting agar anak tidak mengalami stunting, dalam 1000 hari tersebut para orang tua harus memperhatikan suatu tanda-tanda gejala stunting, baik masih dalam kandungan atau sudah lahir.

Pencegahan dari hulu merupakan langkah yang paling efektif, sehingga mulai menginjak usia remaja, sehingga remaja tidak boleh kekurangan darah/anemia.

Menikah pada usia matang/ideal juga menjadi faktor mengurangi gejala stunting, jika remaja melakukan pernikahan dini akan mengalami resiko stunting bagi calon anak tersebut, karena pinggul sang ibu belum sepenuhnya siap.

Kondisi lain adalah perawakan ibu yang pendek, tingkat pendidikan yang rendah, kemiskinan, tinggal dilingkungan yang kumuh dan susah akses air bersih.
Iwan Dwi Antoro juga mengingatkan kepada orang tua agar melakukan pemeriksaan rutin ketika sedang hamil. Karena kesehatan sang bayi tergantung dengan kesehatan sang ibu, terutama asupan gizinya.

Maka dari itu perlunya memperhatikan pola makan yang sehat.
Nur Rokhim, juga menambahkan upaya-upaya untuk mengobati stunting ialah:
– Memberikan nutrisi yang tepat dan lengkap lewat MPASI atau makanan pokok, berupa makanan yang kaya protein hewani, lemak, dan kalori.
– Membawa anak untuk kontrol rutin ke dokter jika ia menderita penyakit kronis.
-Memeriksakan tinggi dan berat badan anak secara berlaka.
– Memperbaiki sanitasi di rumah dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) guna mencapai keluarga yang sehat. (MBPN-Muhtarom)