KARANGANYAR, Bhayangkaraperdananews.com – Ketua Paguyuban Mastrans 4j (Masyarakat Transportasi 4j) Bayu permadi ingin memberikan klarifikasi terkait video “PO Haryanto gak jadi buka trayek Jumapolo dan Jatupuro yang diberitakan melalui you tube oleh Vantura tv”.
Seperti yang dia sampaikan melalui you tube vantura tv, bahwa paguyuban ingin minta komisi 70% sedangkan buat agen 30%, itu tidak benar dan tidak masuk akal. Yang jelas paguyuban tidak pernah membuat perjanjian seperti diatas bahkan paguyuban belum pernah ketemu dengan pengurus PO tersebut apalagi membuat kesepakatan.
Hal tersebut sangat disayangkan, oleh karena itu Bayu selaku Ketua Paguyuban ingin mengklarifikasi kebenaran dari pernyataan tersebut agar masyarakat lebih paham tidak simpang siur menerima berita dan tidak termakan isu isu negatif yang tidak jelas sumbernya.
Pada kesempatan ini Selasa (25/01/22) Paguyuban telah bertemu dengan Mas Riyan (juragan PO Haryanto) di Jatipuro, selain silaturahmi juga ada misi untuk menjalin kerjasama kedua belah pihak.
“Saya (PO Haryanto) tidak mau di intervensi masalah kepengurusan keagenan, mau saya karyawan diambil dari pihak saya sendiri dan tidak mau melibatkan paguyuban atau warga sekitar,” ungkap Riyan.
Namun dari hasil pertemuan tersebut sangat disayangkan, keduanya belum saling menerima kesepakatan.
Dari hasil pendataan pihak paguyuban, sebetulnya penumpang dari Keluarga Pedagang Bakso Nusantara (KPBN) Jabodetabek banyak sekali yang minat naik PO Haryanto, tetapi karena permintaan kepengurusan akan di minta sepenuhnya oleh PO Haryanto dan tidak melibatkan masyarakat setempat, saya selaku Ketua Paguyuban Masyarakat Transportasi (Mastrans 4j) merasa keberatan.
“Sebetulnya masing masing PO yang mau masuk ke wilayah 4j dari paguyuban itu dipersilahkan (weel come) dan kami tidak memungut biaya sepersenpun tetapi harus mengikuti aturan paguyuban,” jelas Bayu.
Terpisah, Karjo selaku Korwil Paguyuban KPBN (Keluarga Pedagang Bakso Nusantara) wilayah Tangerang menjadi tidak simpati karena pernyataan PO Haryanto, intinya paguyuban ini ingin mengarahkan anggotanya untuk naik ke armada yang lain dengan tujuan yang dimaksud.(MBP-News//yosep agus).
