• Sat. Jun 13th, 2026

BHAYANGKARA PERDANA NEWS

Investigasi Cepat dan Akurat

Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Menetapkan UMP dan UMK Jatim Berlaku Mulai 1 Januari 2023

SURABAYA, bhayangkaraperdananews.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menetapkan Upah Minimun Provinsi (UMP) Jatim 2023 sebesar Rp 2.040.244,30 atau naik Rp 148.677 (7,8 persen) dari UMP 2022 sebesar Rp 1.891.567.

Kenaikan UMP 2023 ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur Jatim Nomor 188/860/KPTS/013/2022 tanggal 21 November 2022 tentang Upah Minimum Provinsi Jatim Tahun 2023. Dalam SK tersebut, pengusaha yang telah memberikan upah lebih tinggi dari UMP 2023 dilarang mengurangi atau menurunkan nilainya.

“Kita pastikan bahwa juga dilarang membayar upah lebih rendah dari ketetapan UMP 2023,” ungkap Khofifah di tengah kunjungan kerja misi dagang dan investasi di Ryadh – Saudi Arabia, Senin (28/11/2022).

Kenaikan UMP 2023 sendiri diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 18 tahun 2022 tentang Penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2023. Peraturan itu berisi beberapa ketentuan soal penentuan upah minimum bagi pemerintah daerah.

“Prosentase kenaikan sejumlah 7,8 persen ini telah sesuai aturan Menteri Ketenagakerjaan RI yang menyatakan bahwa kenaikan nilai upah minimum di tahun depan tidak boleh melebihi 10 persen. Ini tertuang pada Pasal 7 ayat 1 Permenaker tersebut,” kata Khofifah.

Di awal tahun 2023 mendatang, seluruh kabupaten/ kota se Jatim harus menyesuaikan sesuai ketetapan UMP Tahun 2023. “UMP 2023 Jatim menjadi acuan penentuan upah minimum kabupaten/ kota (UMK) di 38 wilayah Jatim. Artinya pada tahun depan kabupaten/ kota UMP-nya tidak boleh di bawah angka yang baru ditetapkan,” ujar Khofifah.

“Peraturan ini berlaku mulai 1 Januari 2023 mendatang. Sebaliknya yang sudah diatas UMP tidak boleh menurunkan. Sedangkan untuk upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2023 akan diumumkan paling lambat tanggal 7 Desember 2022,” imbuh Khofifah.

Dengan disahkannya UMP Jatim Tahun 2023, Mantan Menteri Sosial RI ini berharap tidak akan ada perusahaann yang melanggar  pengupahan karyawan.

“Karena semua bentuk ketidaktaatan akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Untuk menjaga aya beli masyarakat,
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, Pemprov telah menerima aspirasi dari serikat buruh atau pekerja yang menginginkan kenaikan UMP 2023 sebesar 13 persen. Selanjutnya ia dan tim juga mendengar aspirasi dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).

“Kami berusaha agar terbangun keseimbangan dan keadilan upah bagi buruh dan pelaku usaha. Sebagaimana diketahui sektor usaha tertentu yang komoditas eksportnya ada yang negara tujuannya terdampak kelesuan ekonomi sehingga terjadi penurunan permintaan cukup signifikan. Prinsip upah berkeadilan sangat kami perhatikan,” ucap Khofifah.

Orang Nomor Satu di Pemprov Jatim ini menyampaikan bahwa penetapan UMP Tahun 2023 diharapkan dapat menjaga daya beli buruh/pekerja di tengah penyesuaian harga setelah kenaikan BBM beberapa waktu lalu.

“Harapannya dengan UMP 2023 yang telah ditetapkan, buruh dan pekerja bisa lebih terpenuhi kebutuhan hidup layak,” ujar Khofifah.

Besaran UMK Jatim 2023 juga telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Jatim Nomor 188/889/KPTS/013/2022 Tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di Jawa Timur Tahun 2023.

Dari keputusan tersebut, diketahui bahwa wilayah dengan UMK 2023 tertinggi ada di Kota Surabaya, sementara wilayah dengan UMK 2023 terendah ada di Kabupaten Sampang.

Berikut adalah daftar lengkap besaran Upah Minimum Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur tahun 2023.

  1. Besaran UMK 2023 di Kota Surabaya yaitu Rp 4.525.479,19 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 4.375.479,19
  2. Besaran UMK 2023 di Kabupaten Gresik yaitu Rp 4.522.030,51 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 4.372.030,51
  3. Besaran UMK 2023 di Kabupaten Sidoarjo yaitu Rp 4.518.581,85 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 4.368.581,85
  4. Besaran UMK 2023 di Kabupaten Pasuruan yaitu Rp 4.515.133,19 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 4.365.133,19
  5. Besaran UMK 2023 di Kabupaten Mojokerto yaitu Rp 4,504.787,17 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 4.354.787,17
  6. Besaran UMK 2023 di Kabupaten Malang yaitu Rp 3.268.275,36 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 3.068.275,36
  7. Besaran UMK 2023 di Kota Malang yaitu Rp 3.194.143,98 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 2.994.143,98
  8. Besaran UMK 2023 di Kota Pasuruan yaitu Rp 3.038.837,64 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 2.838.837,64
  9. Besaran UMK 2023 di Kota Batu yaitu Rp 3.030.367,09 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 2.830.367,09
  10. Besaran UMK 2023 di Kabupaten Jombang yaitu Rp 2.854.095,88 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 2.654.095,88
  11. Besaran UMK 2023 di Kabupaten Probolinggo yaitu Rp 2.753.265,95 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 2.553.265,95
  12. Besaran UMK 2023 di Kabupaten Tuban yaitu Rp 2.739.224,88 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 2.539.224,88
  13. Besaran UMK 2023 di Kota Mojokerto yaitu Rp 2.710.452,36 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 2.510.452,36
  14. Besaran UMK 2023 di Kabupaten Lamongan yaitu Rp 2.701.977,27 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 2.501.977,27
  15. Besaran UMK 2023 di Kota Probolinggo yaitu Rp 2.576.240,63 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 2.376.240,63
  16. Besaran UMK 2023 di Kabupaten Jember yaitu Rp 2.555.662,91 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 2.355.662,91
  17. Besaran UMK 2023 di Kabupaten Banyuwangi yaitu Rp 2.528.899,12 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 2.328.899,12
  18. Besaran UMK 2023 di Kota Kediri yaitu Rp 2.318.116,63 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 2.118.116,63
  19. Besaran UMK 2023 di Kabupaten Bojonegoro yaitu Rp 2.279.568,07 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 2.079.568,07
  20. Besaran UMK 2023 di Kabupaten Kediri yaitu Rp 2.243.422,93 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 2.043.422,93
  21. Besaran UMK 2023 di Kota Blitar yaitu Rp 2.239.024,44 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 2.039.024,44
  22. Besaran UMK 2023 di Kabupaten Tulungagung yaitu Rp 2.229.358,67 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 2.029.358,67
  23. Besaran UMK 2023 di Kabupaten Blitar yaitu Rp 2.215.071,18 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 2.015.071,18
  24. Besaran UMK 2023 di Kabupaten Lumajang yaitu Rp 2.200.607,20 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 2.000.607,20
  25. Besaran UMK 2023 di Kota Madiun yaitu Rp 2.190.216,37 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 1.991.105,79
  26. Besaran UMK 2023 di Kabupaten Sumenep yaitu Rp 2.176.819,94 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 1.978.927,22
  27. Besaran UMK 2023 di Kabupaten Nganjuk yaitu Rp. 2.167.007,05 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 1.970.006,41
  28. Besaran UMK 2023 di Kabupaten Ngawi yaitu Rp 2.158.844,59 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 1.962.585,99
  29. Besaran UMK 2023 di Kabupaten Pacitan yaitu Rp 2.157.270,25 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 1.961.154,77
  30. Besaran UMK 2023 di Kabupaten Bondowoso yaitu Rp 2.154.504,13 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 1.958.640,12
  31. Besaran UMK 2023 di Kabupaten Madiun yaitu Rp 2.154.251,34 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 1.958.410,31
  32. Besaran UMK 2023 di Kabupaten Magetan yaitu Rp 2.153.062,37 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 1.957.329,43
  33. Besaran UMK 2023 di Kabupaten Bangkalan yaitu Rp 2.152.450,83 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 1.956.773,48
  34. Besaran UMK 2023 di Kabupaten Ponorogo yaitu Rp 2.149.709,45 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 1.954.281,32
  35. Besaran UMK 2023 di Kabupaten Trenggalek yaitu Rp 2.139.426,01 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 1.944.932,74
  36. Besaran UMK 2023 di Kabupaten Situbondo yaitu Rp 2.137.025,85 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 1.942.750,77
  37. Besaran UMK 2023 di Kabupaten Pamekasan yaitu Rp 2.133.655,03 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 1.939.686,39
  38. Besaran UMK 2023 di Kabupaten Sampang yaitu Rp 2.114.335,27 atau naik dari UMK 2022 yaitu Rp 1.922.122,97

Sebagai catatan, besaran UMP dan UMK Jatim 2023 ini akan berlaku mulai 1 Januari 2023. (MBPN-IRWIN)