• Mon. Apr 20th, 2026

BHAYANGKARA PERDANA NEWS

Investigasi Cepat dan Akurat

Niat Ingin Membantu Malah Jadi Bumerang, Sudah Jatuj Tertimpa Tangga

DEMAK, bhayangkaraperdananews.com | Munculnya dan viralnya pemberitaan kombin dimedsos warga Desa Gedangalas Gajah Demak merasa cemas karena ingin membantu kelompok tani tapi malah jadi bumerang dan dilema karena viral dan dilaporkan di Polres Demak.

Pengakuan dari warga Desa Gedangalas Darwati pada 14 – 4 – 2023 , “Awalnya saya diajak gothek mesin Combin sama mantan Kepala Desa Abdul Roup , dikarenakan sudah mengajukan bantuan mesin Combin sama Ketua Kelompok Tani Karya Mukti yang lama , Ketuanya Pak Ahmad Ghozali, dikarenakan dari Kelompok Tani Karya Mukti tidak ada dana untuk gothek, Mantan Kepala Desa berembuk sama saya untuk mendanai gothek mesin Combin bantuan dari Dinas Pertanian, nantinya saya yang di suruh mengelola.

“Awal tahun 2022 DP Rp 70 juta rupiah bagi 2 , saya dan Pak manten Rp 35 jutaan , jelang waktu bantuan mesin Combin mau turun bulan april 2022 mantan Kepala Desa minta lagi uang Rp 80 juta rupiah saya kasihkan di rumahnya, setelah turun bantuan mesin Combin dibuat kerja selama berjalanya beberapa bulan mantan Kepala Desa minta lagi uang Rp 50 juta rupiah untuk setoran.

“Kenapa mesin Combin saya yang kelola itu atas dasar kesepakatan mantan Kepala Desa dan Ketua Kelompok Tani Karya Mukti waktu itu, karena uang yang buat gothek uang saya .

Kemarin tiba tiba ada wartawan datang di rumah saya menanyakan gothek bantuan mesin Combin dan uang pengembalian dari Kelompok Tani baru Rp 100 juta rupiah itu namanya Eko dan kawan-kawannya menanyakan dan uang Rp 100 juta rupiah itu , saya jawab seadanya .

Setelah berapa hari muncul video di medsos tiktoknya Eko wartawan , dengan munculnya video tiktok di medsos , saya didatangi Polisi dari Polres Demak 3 orang menayangkan uang yang Rp 100 juta rupiah itu buat apa saja, juga saya jawab seadanya.

” Setelah itu saya di suruh ke Polres, pada hari sabtu saya datang ke Polres sama suami jam 9 sampai Polres, kemudian saya di mintai keterangan bantuan mesin Combin turunnya kapan dan rincian uang pengganti yang saya terima Rp 100 juta rupiah itu , setelah itu saya disuruh tulis perincian uang untuk apa saja, setelah saya tulis di suruh menanda tangani.

“Pada hari jum’at tanggal 31 maret 2023 sekitar jam 16.00 wib Eko wartawan datang lagi ke rumah, mengatakan, Kelompok Tani minta uang di kembalikan utuh Rp 100 juta rupiah, lalu Eko pulang.

“Pada hari sabtu tanggal 1 april 2023 saya ke rumah Kepala Desa di temukan sama Ketua Kelompok Tani baru Pak Mashadi menanyakan yang lapor Polisi siapa , Pak Mashadi tidak merasa lapor .

“Sebab saya menerima uang pengembalian dari Kelompok Tani baru itu sudah ada kesepakatan di Kantor Desa Gedangalas disaksikan oleh kepala Desa sama Pamongnya , juga dari PPL Gajah Pak Gondo dan dari Dinas Pertanian Bu Tari .

“Dalam kesepakatan itu , Kelompok Tani yang baru mengganti atau mengembalikan uang kepada Ali Yusup sebesar Rp 100 juta rupiah .

“Kenapa diadakan kesepakatan di Kantor Desa itu , sebelumnya saya bicara sama Ketua Kelompok Tani baru, lha uang saya gimana , kalau mesin Combin diminta, dimintak nggak apa apa uang saya di ganti. .

” Pada hari jum,at tanggal 7 april 2023 ada pesan dari Kustono keluarga mantan Kepala Desa Roup, saya suruh menyelesaikan ke Polres terkait uang Rp 100 juta rupiah itu.

” Pada hari minggu tanggal 9 april 2023 saya datang ke Polres Demak ditemukan sama Eko wartawan sama Ketua Kelompok Tani baru Mashadi intinya suruh ngembalikan uang itu, dikarenakan belum ada titik temu, saya disuruh membuat surat pernyataan mengembalikan uang itu , saya nggak mau nulis, lalu yang menulis bikin surat pernyataan Eko wartawan , lalu saya di suruh tanda tangan, kenapa saya mau tanda tangan, karena takut saya sendirian .

Harapan darwati kepada awak media jangan memandang sebelah mata, karena niat ingin membantu kenapa malah jadi dilema dan kenapa harus pahit yang diterima. (MBPN-Demak)