• Sat. May 9th, 2026

BHAYANGKARA PERDANA NEWS

Investigasi Cepat dan Akurat

Warga Aceh Peduli Syariat Islam Deklarasikan HISBAH ACEH di Masjid Baiturrahim

ACEH | bhayangkaraperdananews.com – Puluhan masyarakat pecinta syariat Islam Banda Aceh dan sekitarnya secara spontan mendeklarasikan terbentuknya sebuah wadah bersama yang diberi nama “HISBAH” di Mesjid Baiturrahim Ulee Lheu Banda Aceh. Pada malam Minggu tanggal 27 Mei 2023 sekitar pukul 23.30 wib.

Tujuan HISBAH ini dibentuk untuk mengingatkan pemerintah agar peduli dengan syariat Islam. HISBAH ini juga bertujuan menertibkan tempat-tempat yang disinyalir berpotensi melanggar syariat Islam sebagaimana diatur di dalam UU Nomor 44 Tahun 1999 tentang Keistimewaan Aceh dan UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh dan juga diatur di Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2001 tentang Akidah dan Syiar Islam serta Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayah.

Pada kesempatan itu juga masyarakat peduli syariat Islam yang terdiri dari berbagai kalangan memilih Amir mereka sebagai pimpinan komando, yaitu Tgk. Wahed Al-Asyi.

Tidak lama setelah deklarasi para anggota HISBAH turun ke lokasi-lokasi yang sinyalir selama ini digunakan sebagai tempat yang melanggar syariat, seperti jalan tepi laut Ulee Lheu- Kampung Jawa dan depan Mapolresta Banda Aceh.

Kelompok HISBAH ini akan secara rutin turun menertibkan apabila pemerintah di Aceh tidak turun tangan, tegas Amir HISBAH Tgk. Wahed Al- Asyi ke awak Media ini.

Menurut Aby Wahed, “maksiat pasti dapat menurunkan bala bagi manusia, yang kena nantinya bukan cuma pelaku maksiat, tapi termasuk semua kita yang tidak melakukannya, maka salah satu bentuk nyata yang harus dilakukan adalah mencegah maksiat agar kita selamat semuanya dunia-akhirat”, terang tokoh Aceh yang tawadhuk ini.

Aby Wahed menambahkan aksi yang dilakukannya ini sebagai wujud kasih sayang sesama umat manusia dan sebagai rasa tanggung jawabnya terlahir sebagai orang Aceh yang telah diberikan karunia besar oleh Allah untuk melaksanakan syariat Islam dan demi menjaga marwah Aceh sebagai Daerah Istimewa di NKRI ini agar semuanya terhindar dari murka Allah.

“tidak ada cara lain mencegah murka Allah kecuali kita hidupkan amar makruf-nahi mungkar, kita harus jaga marwah Aceh yang sudah susah payah memperjuangkan dengan darah, harta dan nyawanya demi syariat”, tukas alumnus SPP Ladong ini secara gamblang. (MBPN-Rusli)