LAHAT | bhayangkaraperdananews.com -Di Media sosial dihebohkan adanya pengakuan seorang siswa SMP Negeri Lahat. Didalam video berdurasi 0.59 detik seorang siswa SMP mengakui orang tuanya dipaksa Oknum JAKSA agar berdamai dengan pelaku pengeroyokan.
Video tersebut berisikan permintaan tolong kepada Presiden Joko Widodo atas ancaman yang diterima oleh ayahnya saat dipanggil Oknum JAKSA.
Muhammad Akbar siswa SMP yang masih kelas 1 SMP merasa diintimidasi oleh Oknum JAKSA Kejaksaan Negeri Lahat bernama Ibu Sulastri. Ia yang mengakui menjadi korban pengeroyokan justru berkasnya tidak diterima oleh pihak kejaksaan padahal bukti visum dan saksi sudah dilengkapi.
Muhammad Akbar malah bilang berkas terduga pelaku pengeroyokan yang sudah berusia 42 tahun sudah diterima JAKSA.
” Orang tua saya diminta JAKSA untuk datang dan mengancam orang tua saya bahwa saya akan dipenjarakan dan memaksa agar orang tua saya mau berdamai. Bapak kan presiden bantu saya pak kasihan kami,” tutur Muhammad Akbar melalui video yang beredar
Abdu Happy Aktivis muda yang baru berkecimpung di organisasi tahun 2019. yang selalu mempasilitasi aksi demo damai di kabupaten lahat atau di luar kabupaten lahat dan tidak terhitung lagi. Aksi Seperti mengkritik pemerintah, seperti ringannya tuntutan para pelaku pemerkosaan terhadap siswi SMA. Hingga berujung pencopotan kejari Nilawati beserta Kasi Pidum Frans Mona pada Senin 9 Januari 2023. Dengan aksi didepan kantor DPRD kabupaten lahat dengan banyak dugaan temuan di KPU, PPK, PPS,dan staff sekretariat PPS pada hari Senen 15 Mei 2023. Aksi didepan KPU yang kawan media online diusir oleh Oknum sekuriti KPU.
Happy mengatakan kalau emang dugaan benar Oknum jaksa tersebut Intimidasi ke keluarga korban, intimidasi itu dimaksudkan adalah perilaku yang akan menyebabkan seseorang yang pada umumnya akan merasakan “takut cedera” atau berbahaya.
” Itu tidak boleh Dikabupaten lahat yang perilaku intimidasi ke orang yang tidak punya apa-apa seperti orang kecil,orang tidak mengerti hukum. Kabupaten Lahat ini jangan dikotori oleh intimidasi, kabupaten lahat ini kota pelajar, bukan kota intimidasi oleh Oknum oknum . Tegas Abdu Happy
Terakhir, ditanya oleh awak media seandainya teman teman Aktivis Kabupaten Lahat ngajak aksi , kita siap mempasilitasi mobil komando , sound system serta peralatan yang lain. Kata abdu happy sambil tersenyum. (. MBPN-ZAINAL )
