SURABAYA | bhayangkaraperdananews.com – Para kader, simpatisan, ketua DPC dan Bacaleg partai Gelora berkumpul di depan puskesmas Peneleh jalan makam Peneleh dalam acara rutin setiap Minggu Flashmob Dapil I minggu, (02/07/2023).
flashmob Peneleh Haritage Track partai gelora yang dipandu oleh Pokdarwis kelurahan Peneleh dengan agenda Napak tilas jalan kaki start dari rumah lodji besar jalan makam Peneleh langsung masuk gang Lawang seketeng ke Langgar duwur dengan bangunan dari kayu dan sesek bertingkat satu dimana para kader dan simpatisan sangat antusias naik keatas bangunan kuno untuk berfoto didalam dengan membawah tongkat kayu yang sudah disediakan dilanggar duwur .Langgar duwur dulu tempat Soekarno kecil mengaji tutur pemandu Pokdarwis kelurahan Peneleh .
Selesai dari langgar duwur para pemandu mulai jalan menyusuri gang kecil menujuh gang Lawang seketeng tempat rumah kelahiran Soekarno mantan president pertama RI yang dulunya pernah tinggal disini selama 6 bulan ikut orang tuanya tugas mengajar di sekolah SDN Alon Alon contong di jalan Sulung Surabaya, selanjutnya orang tua bung Karno berpindah tempat di Mojokerto lalu ke Blitar papar pemandu Pokdarwis kelurahan Peneleh .
Pemandu selanjutnya menggiring ketempat Sumur Jobong tua dimasa majapahit yang letaknya ditengah tengah jalan Pandean 1. kebetulan waktu itu ada pekerjaan proyek boxcuvert tahun 2018 para pekerja mulai menggali dan menemukan sumur Jobong dibawah gorong gorong kedalaman 1 meter berbentuk bulatan seperti Jobong yang bertingkat 3 dengan berisi air jernih yang konon kabarnya air tersebut bisa dibuat minum, cuci muka, memasak dan juga untuk ritual keagamaan tutur Agus warga Pandean 1.
Setelah lebih dari satu jam, rombongan langsung menujuh kediaman HOS Cokrominoto yang letaknya sebelah selatan dari jalan Pandean, tepatnya di depan jembatan Peneleh ada gang masuk kedalam rumah dan melihat foto jaman dahulu, dan berfoto bersama di depan halaman HOS Cokroaminot.
Hari semakin siang dan panas, para rombongan tetap penuh semangat melanjutkan perjalanannya ke masjid Jami Peneleh dan langsung menujuh pesarehan Nyai Rokaya Cempo yang masih keluarga sunan Ampel. Disini rombongan berdoa di pimpin Erwin dari Bacaleg Dapil 1, untuk memperkenalkan partai Gelora semoga sukses.
Acara terakhir, rombongan bergerak ke makam Belanda, menuju rumah balung. Yang konon katanya, dulu sebagai tempat penampungan Balong jenasah yang sudah lama dikubur menurut pemaparan ketua pokdarwis.
Sesuai rencana yang sudah dijadwalkan oleh pemandu Pokdarwis dengan waktu 2 jam, Napak tilas sudah selesai dan kader partai gelora sudah di kenal warga Peneleh serta mengenal arti dan nilai dari perjuangan di masa lalu. (MBPN-IRWIN)
