GROBOGAN | bhayangkaraperdananews.com – IPJT cabang kabupaten Grobogan yang dikomandani mugiono mengadakan rapat bulanan dirumah bopo Ramijan Bugel Godong Grobogan Jawa Tengah, rapat bulanan yang dihadiri ketua Mugiono, wakil ketua Heru Gunawan, bendahara Muhtarom, Penasehat Sultoni, dll sekitar 20 anggota, rapat suasana penuh keakraban kekeluargaan peserta ingin berlama-lama ditempat duduk berdiskusi mensikapi keadaan saat ini di kabupaten Grobogan. (Sabtu 22 Agustus 2023)
Dari pengalaman dan sepak terjang anggota IPJT Grobogan hampir rata rata anggota pers yang punya intelektual dan jam tayang tak diragukan, membuat diskusi hidup dan saling memberikan masukan terhadap langkah langkah IPJT kedepannya, sebagai lembaga kontrol sosial yang lahir dari masyarakat, tentunya tidak rela bila keadilan, kesenjangan sosial, ekonomi, masih jauh dari harapan masyarakat, sehingga IPJT harus bersikap baik melalui surat, karya jurnalistik dan aksi nyata untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap APH yang ada di Grobogan.

Seperti cerita pengalaman Suwarno ketika menghadapi APH benar benar dikriminalisasi dengan nyata, dari proses penangkapan persidangan sampai putusan, yang masih jauh dari sila ke lima dari Pancasila, dan banyaknya pemberitaan dari perusahaan pers yang katanya besar dan terkenal tapi tidak mengedepankan kode etik, hanya sumber sepihak dan titipan penguasa,yang mana terlapor tidak dikonfirmasi terlebih dahulu sehingga muncul berita sepihak dan sangatlah merugikan korban, harapan IPJT kedepan berani mengambil sikap dan berani mengungkap sebuah peristiwa dengan imbang bukan sepihak, walau membuat penegak hukum merasa merasa panas dan berkeringat karena terbukti fakta yang sebenarnya.
Sebuah cerita yang dibagikan h Muhtarom dalan diskusi, dia mengalami sendiri, melihat langsung penegak hukum yang ada di Grobogan, sambil bercerita dan meneteskan air mata, melihat perilaku oknum penegak hukum di Grobogan, panjang lebar diceritain ke semua peserta peserta diskusi membuat saling mengelus dada dan menghela nafas,seakan tak percaya bahwa ini terjadi di daerah dimana kita dilahirkan. (MBPN- Muhtarom)
