• Wed. May 27th, 2026

BHAYANGKARA PERDANA NEWS

Investigasi Cepat dan Akurat

Guru BK Tendang Siswa karena Terlambat Sekolah, Orang Tua Tak Terima Adukan ke Media

GROBOGAN | bhayangkaraperdananews.com – Seorang siswa berinisial DV yang duduk di bangku kelas 9E Mts Negeri Jeketro ditendang oleh guru BK karena terlambat datang ke sekolah, Rabu 20 Maret 2025. ditendang oleh guru BK yang juga Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan, Asih di bagian kepala dengan menggunakan punggung kaki.

Ibu Reni Dianti, mengatakan anaknya ditendang oleh guru BK berawal saat anaknya terlambat datang ke sekolah. Siangnya pulang sekolah pulang kembali ke rumah dalam keadaan menangis. Saat ditanya, ibunya mengaku ditendang oleh guru BK nya.

“Anak saya pulang nangis. Saya tanya kenapa katanya digajul (ditendang) gurunya. Saya tanya kok ditendang kenapa katanya enggak ngerti,” ujar Reni Kepada awak media di rumahnya di Saban Brontokusuman, Kecamatan Gubug pada hari Rabu tanggal 20 Maret 2025 pukul 17.15 wib.

Tak terima terhadap perlakuan guru anaknya, Reni pun mendatangi sekolah dan meminta penjelasan.
Reni mendapatkan laporan jika anaknya dianggap nakal, terlambat sekolah.

Meskipun mengaku jika anaknya cenderung hiperaktif, Reni keberatan jika gurunya menendang anaknya. Menurutnya, guru tak perlu sampai menendang namun cukup memberi sanksi, teguran maupun memanggil orang tuanya ke sekolah atau menghukum dengan lari atau pus up.

“Kalau anak saya nakal ya jangan ditendang. Seharusnya jadi guru tidak boleh seperti itu harusnya dikasih teguran, apa orang tua dipanggil. Kalau saya dipanggil pasti saya ke sini,” papar Reni.

Wakil Ketua DPP LSM GANI H Muhtarom, S.Ag bersama Abilolo mendatangi Tokoh masyarakat mantan kepala Desa Putat Darmadi untuk mencari kebenaran peristiwa penendangan siswa DV, lewat hubungan telpon Darmadi menghubungi Asih pelaku penendangan juga guru guru yang lain, memberi keterangan yang disampaikan ke awak media,”Asih tidak menendang, tetapi nyepak, itu dibenarkan guru guru yang lain yang pada waktu kejadian menyaksikannya,”

Yang intinya bahwa kejadian itu diakui oleh guru BK dan guru yang lain bahwa DV telah disepak oleh Asih,
Cara mendidik oleh guru BK sangat tidak mendidik dan itu cara yang salah, menurut H Tarom “, Kejadian itu berdampak siswa mengalami trauma psikis ketakutan melihat guru As.

H Tarom Wakil Ketua LSM GANI meminta Kemenag Grobogan selaku pembina Guru guru MTSN, untuk membina dan memberi sangsi para guru yang bermasalah, yang berakibat preseden buruk terhadap pendidikan Agama, yang seharusnya Rahmatan lil alamin. (MBPN-Tarom)