DEMAK | bhayangkaraperdananews.com – Ketua Dewan Kabupaten Demak Zayinul Fattah dan Anggota Dewan bersama Kades Kades Demak memberikan dukungan pasar malam dijogoloyo tandingan grebek besar ditembiring.
Viralnya pemberitaan terkait adanya tandingan pasar grebek besar yang dikelola muslimin pemilik hiburan klana karya dengan pemilik pasar malam dijogoloyo milik Mutohar pemilik Diana ria menjadi semakin memanas.
Dengan viralnya pemberitaan tersebut pihak APH dan PEMKAB Demak belum ada tindakan atau penyelesaian terhadap kedua belah pihak,sangat disangkan sekali polemik yang terjadi tepat menjelang hari yang dianggap sakral oleh masyarakat demak ini menjadi dilema terkait pasar rakyat yang sudah bertahun tahun dijalani dengan proses ritual yang sangat sakral ini.
Ditengah memanasnya dua pengusaha hiburan pasar malam dan hrebek besar didemak awak media mendapati banyaknya dukungan dari anggota dewan dan juga ketua dewan dengan memberikan karangan bunga kepada tandingan pasar grebek besar,seakan akan anggota dewan dan ketua dewan terhormat menhiraukan agenda kegiatan acara yang dianggap sakral ini,apakah ini dianggap pantas bahwa pasar malam yang seharusnya cuma ada satu untuk menyambut acara grebek besar sekarang menjadi dua pasar malam.
Ketua Dewan Demak Zayinul Fattah memilih bungkam dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat whatsApp-nya, tidak ada tanggapan dan keterangan dari Zayinul Fattah terkait polemik yang terjadi,entah ada apa dan kenapa.
Menurut informasi sewa kontrak pasar grebek besar senilai kurang lebih hampir 400 juta dibandingkan dengan pasar malam tandingan yang cuma senilai 30 juta apakah seimbang dan apakah dianggap adil, harusnya Pemda bisa memberikan solusi dan ketegasan, karena acara grebek besar ditembiring adalah acara yang sudah dijalani dari jaman dulu sampai sekarang dan seterusnya,kalau sampai acara yang sakral ini dinodai sama pihak pihak yang hanya mementingkan keuntungan diri sendiri maka akan menjadi permasalahan yang sangat rumit.
Dulu pernah terjadi gesekan antara pasar grebek besar dengan pemilik mainan dialun alun Demak, mereka tidak diperbolehkan buka diluar pasar grebek besar demak pemilik usaha di intimidasi oleh pengelola wahana grebek besar Demak waktu dulu masih dikelola oleh Diana Ria tapi kenapa sekarang terjadi persaingan yang sangat besar malah dilakukan pembiaran dan seakan akan malah didukung oleh anggota dewan dan Pemkab Demak, apakah itu bisa dikatakan adil dan beradab.
Dengan sewa hasil lelang yang begitu besar apakah pemilik wahana grebek besar ditembiring bisa mengembalikan modalnya karena tandingannya tidak sebanding dan wahananya sama sama besar apakah pemda juga memikirkan itu atas kerugian yang akan didapat pemilik wahana grebek besar ditembiring.
Masyarakat berharap agar Pemkab Demak bisa memberikan solusi yang terbaik karena acara sakral ini adalah milik masyarakat Demak ,agar tidak terjadi dilema dan persaingan bisnis yang menguntungkan diri sendiri, masyarakat meminta kembalikan Demak yang damai untuk memperingati hari yang sakral ini. (MBPN-Dwi S/Tim)
