CILACAP | bhayangkaraperdananews.com – Kondisi jalan poros yang menghubungkan dua desa di wilayah Kabupaten Cilacap semakin memprihatinkan. Selama 9 tahun terakhir, jalan tersebut tak kunjung mendapatkan perhatian atau perbaikan dari pemerintah, memaksa warga setempat turun tangan sendiri melalui kerja bakti setiap bulan.
Jalan yang menghubungkan Desa Babakan Kecamatan Karang Pucung dan desa Karang Sari Kecamatan Cimanggu ini merupakan jalur vital bagi aktivitas sehari-hari warga, termasuk transportasi hasil pertanian, akses ke sekolah, hingga kegiatan ekonomi lainnya. Namun, kerusakan parah seperti lubang besar, permukaan jalan berlumpur saat hujan, serta batu-batu tajam di musim kemarau, menjadi keluhan utama masyarakat.
“Kami sudah capek mengadu, tapi belum ada respons nyata. Karena itu, warga berinisiatif kerja bakti rutin sebulan sekali, meski hanya bisa sebatas menimbun jalan berlubang dengan alat seadanya,” ujar salah seorang warga.
Kerja bakti yang dilakukan warga terdiri dari menimbun lubang dengan batu dan tanah, memperbaiki saluran air, hingga meratakan bagian-bagian jalan yang tergerus air hujan. Meski hasilnya tidak permanen, setidaknya upaya itu bisa meminimalisir risiko kecelakaan.
Kepala Desa Acep Saepul Mila dan Kepala desa Amin Nursidik juga mengaku sudah berkali-kali mengusulkan perbaikan ke pemerintah daerah.
“Sudah kami usulkan lewat musrenbang setiap tahun, bahkan lewat proposal resmi. Tapi sampai sekarang belum terealisasi. Padahal ini jalan utama penghubung dua desa yang padat dilalui,” ujarnya.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Cilacap segera turun tangan memperbaiki jalan poros tersebut, agar tidak terus-menerus membebani warga yang selama ini berjuang sendiri menjaga infrastruktur yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah. (MBPN-Waryanto)
