DEMAK | bhayangkaraperdananews.com – Terkait dugaan korban penganiayaan diponpes Anniriyah korban sampai menjalani operasi dua kali pemotongan usus karena luka dan infeksi, korban Sadar sebut nama Pelaku dan ungkap lemarinya kerap diacak-acak dan barang milik pribadinya hilang.
Perkembangan terbaru terungkap dari kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di Pondok Pesantren Annuriyah, Desa Gebang Kecamatan Bonang Kabupaten Demak. Setelah si korban siuman, ia memberikan keterangan mengejutkan terkait insiden yang menimpanya.
Menurut penuturan korban, dirinya diduga dianiaya oleh seorang santri bernama Sabil. Korban mengaku bahwa sebelum kejadian, ia sudah beberapa kali merasa tidak nyaman karena lemari pakaian miliknya kerap diacak-acak oleh pihak yang belum diketahui pasti. Ia menegaskan bahwa gangguan tersebut sudah berlangsung sejak beberapa waktu sebelumnya.
Pihak keluarga korban meminta proses hukum berjalan transparan dan berharap pengelola ponpes serta aparat terkait segera mengambil tindakan agar kejadian serupa tidak terulang.
Apakah tidak ada pengawasan dari pengurus pondok sampai terjadi kasus seperti ini,dan kurangnya pendidikan moral kepada santri santri,dan yang paling utama sosialisasi tentang hukum pidana, jadi hal seperti itu dianggap biasa sampai memakan korban.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak Ponpes Annuriyah maupun terduga pelaku belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.
Masyarakat meminta agar para pengurus memberikan ketegasan dan pendidikan moral kepada para santri agar tidak melakukan hal hal yang membahayakan, terutama orang tua yang anaknya mondok diponpes Annuriyah Desa Gebang Bonang Demak berharap tidak ada lagi kejadian yang sama. (MBPN-Dwi s)
