• Sun. Jun 14th, 2026

BHAYANGKARA PERDANA NEWS

Investigasi Cepat dan Akurat

Update Minggu ke 1; Sepekan Berjalan, Program TOSS TB Paru Polda Jateng, Sebanyak 1.387 Suspect di Temukan oleh Bhabinkamtibmas

KOTA SEMARANG| bhayangkaraperdananews.com – Komitmen Polda Jawa Tengah dalam mendukung percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) terus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Melalui Program TOSS TB (Temukan, Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis), ribuan Bhabinkamtibmas yang telah dibekali kemampuan sebagai Tracer TB mulai bergerak mendampingi tenaga kesehatan melakukan pelacakan kontak erat dan edukasi kepada masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.

Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi (Anev) pelaksanaan tracing TB Paru minggu pertama periode 3 hingga 10 Juni 2026, tercatat sebanyak 1.387 suspect ( terduga penderita TB Paru ) telah di tracing melalui kolaborasi antara Bhabinkamtibmas dan jajaran tenaga kesehatan setempat.

Kegiatan tracing dilakukan dengan mendatangi langsung masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien TB Paru untuk dilakukan skrining awal, edukasi kesehatan, serta pendampingan guna mendukung upaya deteksi dini dan pencegahan penyebaran penyakit tersebut.

Kabiddokkes Polda Jateng Kombes Pol drg. Agung Hadi W., Sp.BM., M.A.R.S., M.H., FISQua dalam keterangannya pada Sabtu (13/6) menjelaskan bahwa capaian tersebut menunjukkan Program TOSS TB yang diluncurkan Polda Jateng mulai berjalan efektif di lapangan melalui sinergi antara Polri dan tenaga kesehatan.

“Dalam minggu pertama pelaksanaan tracing, sebanyak 1.387 suspect telah di tracing, Ini menunjukkan bahwa peran Bhabinkamtibmas sebagai Tracer TB mulai memberikan kontribusi nyata dalam memperluas jangkauan deteksi dini Tuberkulosis di tengah masyarakat,” ujar Kabiddokkes.

Menurutnya, keberadaan Bhabinkamtibmas yang sehari-hari berinteraksi dengan warga menjadi kekuatan penting dalam mendukung program kesehatan masyarakat. Selain membantu proses tracing, para Bhabinkamtibmas juga berperan memberikan edukasi agar masyarakat memahami bahwa TB merupakan penyakit yang dapat disembuhkan apabila ditangani secara tepat dan tuntas.

“Kami tidak hanya berfokus pada penemuan kasus, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan dini, kepatuhan menjalani pengobatan, dan upaya mencegah penularan. Dengan kolaborasi yang baik antara tenaga kesehatan dan Bhabinkamtibmas, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses terhadap layanan kesehatan secara cepat dan tepat,” tambahnya.

Program TOSS TB sendiri merupakan inovasi Polda Jawa Tengah yang memberdayakan Bhabinkamtibmas sebagai mitra tenaga kesehatan dalam mendukung upaya penanggulangan Tuberkulosis. Selain melakukan tracing kontak erat, para Bhabinkamtibmas juga berperan memberikan edukasi, pendampingan pasien, serta membantu pelaporan yang terintegrasi dengan fasilitas kesehatan setempat.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto dalam sebuah keterangannya di Mapolda Jateng, Sabtu (13/6), menyampaikan bahwa capaian minggu pertama tersebut menunjukkan bahwa Program TOSS TB tidak berhenti pada tahap pelatihan dan sosialisasi, tetapi telah diwujudkan melalui aksi nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Bhabinkamtibmas merupakan personel Polri yang paling dekat dengan masyarakat. Melalui Program TOSS TB, kedekatan tersebut kami optimalkan untuk mendukung upaya kemanusiaan di bidang kesehatan. Capaian 1.387 warga yang telah dijangkau dalam minggu pertama menjadi bukti bahwa kolaborasi antara Polri dan tenaga kesehatan dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Kombes Pol Artanto.

Ia menambahkan bahwa Polda Jateng akan terus mendorong seluruh jajaran agar pelaksanaan tracing, edukasi, dan pendampingan masyarakat terkait TB dapat berjalan secara berkelanjutan hingga tingkat desa dan kelurahan.

“Kami berharap kehadiran Bhabinkamtibmas dalam program ini dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan pengobatan sampai tuntas. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, upaya memutus rantai penularan TB serta mewujudkan Jawa Tengah yang lebih sehat dapat tercapai,” pungkasnya. (MBPN-Andre/Bid Humas Polda Jateng)