• Tue. Oct 27th, 2026

BHAYANGKARA PERDANA NEWS

Investigasi Cepat dan Akurat

Hari Sumpah Pemuda, Polda Jateng Ajak Masyarakat Jaga Persatuan di Tengah Perbedaan Aspirasi

KOTA SEMARANG | bhayangkaraperdananews.com – Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Rabu (28/10/2026), Polda Jawa Tengah mengajak masyarakat untuk menjaga semangat persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan pandangan dan aspirasi. Ajakan ini disampaikan menyikapi rencana sejumlah kelompok masyarakat yang akan menggelar aksi unjuk rasa di berbagai daerah di Jawa Tengah, agar penyampaian aspirasi tetap berlangsung damai, tertib, dan tidak mengurangi kerukunan antarsesama.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah agenda penyampaian aspirasi direncanakan berlangsung di Kota Surakarta dan Kabupaten Banyumas. Di Surakarta, aksi penyampaian pendapat terkait dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran direncanakan berlangsung pukul 15.00–18.00 WIB di kawasan Bundaran Gladag atau Patung Slamet Riyadi. Sementara itu, Aksi Rakyat Banyumas dijadwalkan mulai pukul 13.00 WIB di Alun-alun Purwokerto, dengan estimasi peserta sekitar 1.000 orang.

Selain itu, terdapat agenda konvoi simpatik kendaraan di Surakarta pada pukul 08.30–11.30 WIB, dari SMP Negeri 1 Surakarta menuju halaman depan DPRD Kota Surakarta. Sejumlah audiensi juga direncanakan berlangsung di beberapa daerah, antara lain di Pengadilan Negeri Klaten, Ruang Rapat Sekda Kabupaten Tegal, dan Gedung DPRD Kabupaten Blora.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto, dalam keterangannya di Mapolda Jateng pada Selasa (27/10/2026), mengatakan bahwa peringatan Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk kembali mengingat nilai persatuan yang telah diperjuangkan para pendahulu bangsa. Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi, tetapi harus disikapi dengan kedewasaan dan rasa tanggung jawab.

“Semangat Sumpah Pemuda mengajarkan kita bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan. Masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi, dan hak tersebut harus kita hormati. Namun pendapat dan aspirasi tersebut harus disampaikan dengan damai, santun, dan bertanggung jawab, tanpa mengabaikan kerukunan serta persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,” ujarnya.

Ia menegaskan, Polri menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum dan berkomitmen mengawal setiap kegiatan secara profesional dan humanis sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam pelaksanaannya, kepolisian mengedepankan komunikasi, dialog, dan pendekatan persuasif guna memastikan aspirasi dapat tersampaikan dengan baik sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kabid Humas juga mengajak para koordinator dan peserta aksi untuk bersama-sama menjaga suasana kondusif, menghindari provokasi maupun tindakan anarkis, serta menghormati hak masyarakat lainnya yang tetap menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Kami ingin aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan baik tanpa harus mengorbankan persatuan dan kedamaian. Berbeda pendapat tidak berarti harus bermusuhan. Mari kita jadikan momentum Sumpah Pemuda ini untuk memperkuat rasa persaudaraan, saling menghormati, dan menjaga Indonesia tetap bersatu,” lanjutnya.

Kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi kegiatan, Polda Jateng mengimbau agar tetap tenang, mengikuti informasi resmi, serta mematuhi arahan petugas apabila terdapat pengaturan lalu lintas atau penyesuaian di lapangan.

Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda, Polda Jateng mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat persatuan dalam keberagaman, menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab, serta bersama-sama menjaga Jawa Tengah tetap aman dan kondusif. (MBPN-Andre/Bid Humas Polda Jateng)