DEMAK, bhayangkaraperdananews.com – Diduga 14 SK bodong PDAM demak kembali muncul, Direktur PDAM demak Qumarul Huda .SH mengatakan kepada awak media tidak ada perekrutan karyawan pdam demak th 2021. (14 juli 2021)
Dari bukti bukti dan saksi saksi yang kami temukan dan kami dapatkan bahwa diduga terdapat 14 SK aspal alias bodong,dengan adanya temuan tersebut kami harus mengklarifikasi pada pihak2 terkait,dan dari pihak pdam sendiri diduga ada dua orang yaitu WH dan WT pegawai pdam demak.
Awak media bhayangkara perdana news bersama beberapa media lain meminta tanggapan terkait informasi yang kita dapatkan dan kami mendatangi kantor pdam demak untuk klarifikasi tentang munculnya 14 SK bodong di pdam demak langsung bertemu dengan direktur pdam demak Qumarol Huda.SH menyampaikan kepada kami “ditahun 2021 kami tidak ada perekrutan karyawan dalam bentuk apapun,dan saya tidak pernah menandatangai surat panggilan atau SK dalam bentuk apapun,apabila ada pemalsuan atau dalam bentuk apapun yang mengatas namakan pdam demak maka laporkan saja”, tuturnya.

Direktur pdam demak dengan tenang juga menjawab semua pertanyaan kami,dan seakan akan tidak ada masalah,padahal menurut kami bahwa pemalsuan tanda tangan dan SK palsu adalah murni pidana,dan seolah olah diriktur pdam demak Qomarul Huda.SH merasa tidak terjadi apa apa,dan tidak mau melaporkan kejadian tersebut yang diduga mencatut nama dan memalsukan tanda tangannya,dan dia malah menyuruh awak media untuk melporkan,sebenarnya ada apa yang terjadi.
Kami juga sempat mencari pegawai pdam demak yang diduga dua orang yaitu WH dan WT yang telah menerima uang dari AG,tp alhasil kita tidak bisa menemui kedua pegawai pdam tersebut.
14korban SK aspal alias bodong cuma hanya bisa berharap dan meminta keadilan dan pertanggung jawaban kepada pihak pihak yang sudah merikrut mereka.
Tapi sampai hari ini mereka tidak pernah mendapatkan hak mereka,dan akhirnya salah satu orang bernama AG warga desa kedonguter karangtengah demak dari 14orang korban sk bodong pdam demak mengadukan permasalah tersebut kemapolres demak didampingi ketua dpc aliansi demak AK dan ketua dpd aliansi indonesia YS untuk mengawal pengaduan AG terkait SK aspal alias bodong tersebut.
Karena sudah lama sekali dia merasa dijanjikan oleh seseorang diduga yang bernama AD dan tidak ada kejelasan,dengan jalan mengambil langkah hukum dia meminta keadilan karena dia sudah merasa memberikan beberapa dana atau uang diduga kepada AD yang sudah menjanjikan dia untuk menjadi karyawan pdam demak.
Harapan para korban agar permasalahan ini cepet selesai dan mereka mendatpakan keadilan atas haknya yang sudah diingkari oleh pihak pihak terkait,dan mengembalikan segala bentuk kerugian yang sudah dikeluarka oleh para korban SK aspal alias bodong. (Mbp news demak/team)
