PEKALONGAN, Bhayangkaraperdananews.com Ketidak seimbangan antara produksi getah pinus dan yang di butuhkan Industri menuntut adanya terobosan cerdas untuk mengatasinya, Dunia Industri sangat membutuhkan getah pinus yang bisa di olah menjadi bahan untuk aneka produk antara lain Gondorukem turunannya di gunakan sebagai bahan baku penting pada berbagai Industri seperti Industri Batik, Kulit, Kertas, Vernis Kosmetik dan sabun cuci, sedangkan Terpentin turunannya di gunakan sebagai bahan Industri Cat, Vernis, Semir Sepatu, pelarut bahan organik dan bahan pembuat kamper sintetik serta pewangi lantai dan Parfum.

Kekurangan pasokan harus cepat di penuhi yang terjadi selama ini, untuk memacu produksi getah pinus, para penyadap sering melakukan penyadapan intensif yaitu penyadapan di area pohon yang luas agar dapat memenuhi target hasil sadapan.
Tentu saja hal tersebut mengakibatkan kurang optimalnya penyadapan pohon bila ruang sadapannya habis sehingga hasilnya tidak sesuai yang diharapkan, jika itu yang terjadi tujuan awal tidak tercapai malah makin membuat produksi turun.
Melihat kondisi tersebut, DR Ir Budi Widodo Kepala Divisi Regional Jawa Tengah membuat terobosan cerdas dengan melahirkan teknologi pembuatan bibit vegetatif sistem Bajos guna peningkatan produksi getah pinus. mengapa Bajos harus di lakukan mengingat dengan cara konvensional dengan menanam pinus dari biji yang ukurannya kecil tidak mudah akan terjadi banyak gangguan, bisa dari cuaca, gulma dan binatang yang ujungnya adalah kegagalan.
Teknologi Bajos ini adalah cara bagaimana membuat bibit pinus dapat menghasilkan lebih banyak getah di jajaran Perum Perhutani dikenal dengan istilah Bocor Getah dengan demikian dapat mengatasi bibit pinus bisa tumbuh hingga siap di sadap maka ya menanam bibit dalam ukuran yang lebih tinggi sehingga lebih tahan dari segala aneka ancaman hama maupun cuaca.
Untuk menjawab hal tersebut KPH Pekalongaj Barat mengadakan Job Training Pembuatan Bibit Pinus dengan Istilah nama Bajos yang asalnya dari Setek langsung, di cangkok dll, hadir dalam acara Job Training pembuatan Bibit Bajos pada hari Kamis tgl 26 Agustus 2021 di BKPH Moga RPH Diwung petak 23 hadir di acara tersebut DR Ir Budi Widodo MP Kepala Divisi Regional Jawa Tengah, Wakadivre Jateng Ir Djohan Suryo Putro, Kadep PSDH dan PS Ir Agus Priantono, Kadep Umum dan SDM Ir Anang Sudarmoko, hadir pola di acara tersebut Adm/KKPH Pekalongan Barat Ir Gunawan HR. MP, Waka Adm Rani Maharto, S.Hutn segena Asper/KBKPH, Perwakilan KRPH dan Mandor KPH Pekalongan Barat dan peserta penerima SKPT jenjang IV dan V dari KPH lain.
Sebagai Nara Sumber yang menyampaikan materi DR Ir Budi Widodo MP Kepala Divisi Regional Jawa Tengah
Kepala Divisi Regional Jawa Tengah menyampaikan pesan kepada jajaran Asper/KBKPH, KRPH dan Mandor selalu tingkatkan kinerja dengan melakukan Inovasi-inovasi dalam rangka peningkatan pendapatan Perusahaan, khusus kepada pegawai yang promosi segera menempati pekerjaan yang baru kuasai pekerjan tersebut, kawal produksi getah pinusnya dengan meningkatkan Komsosnya. (MBP Pirman)
