• Ming. Jan 29th, 2023

BHAYANGKARA

PERDANA NEWS

5 Jurnalis Surabaya Dikeroyok Saat Meliput Penyegelan Diskotik Ibiza

ByMBP-NEWS

Jan 20, 2023

SURABAYA,
bhayangkaraperdananews.com – Lima orang jurnalis di Surabaya jadi korban pengeroyokan belasan orang berpakaian preman, saat meliput penyegelan sebuah Diskotik Ibiza yang berada di Jalan Simpang Dukuh, Surabaya, Jumat (20/1/2023) siang.

Lima jurnalis korban pengeroyokan dan pemukulan tersebut antara lain, Firman dari Inews, Anggadia dari beritajatim, Rofik dari LensaIndonesia, Ali Fotografer Inews dan Didik Fotografer Antara.

Salah seorang dari korban pengeroyokan dan pemukulan adalah Rofik mengatakan, kejadian itu bermula saat ada seorang perempuan yang tidak diketahui identitasnya meminta Rofik untuk naik ke lantai lima. Perempuan itu berbicara dengan nada tinggi.

Perempuan itu mengatakan,
“Diminta naik dipanggil Wahyu, gak tahu siapa Wahyu, dia ngomong dengan nada tinggi,” ujar Rofik.

Karena tidak merasa ada hubungan dan tidak mengenal dengan seseorang yang bernama Wahyu, maka Rofiq menolak. Ia hanya ingin mewawancarai Dinas terkait, soal penyegelan diskotik.

Selanjutnya, Ketika berada di Lobby gedung diskotik, Rofik dihampiri oleh beberapa orang yang tidak dikenal. Rofik mengingat salah seorang dari mereka, merupakan anggota organisasi Pemuda Pancasila (PP).

“Salah satu pernah ada yang menelepon saya kalau dia itu orang PP, pernah bertemu dengan saya, tiga orang turun, lima orang turun sampai beberapa orang,” Ujarnya.

Karena tidak mau meladeni mereka, Rofik pun pergi ke sebuah warung. Tiba-tiba perempuan yang meminta Rofik naik ke lantai lima dengan nada tinggi tadi, datang kembali dan bicara dengan nada tinggi lagi serta memutar balikkan fakta ke teman temannya yang datang menghampiri dari lobby lantai atas atau Diskotik.

“Orang-orang yang dari lobby tadi datang, mereka berjumlah lebih dari sepuluh orang, setelah sempat baradu argumentasi, dari sekelompok orang yang datang dari lantai atas lobby diskotik, ada yang mengaku sebagai suami dari perempuan yang bicaranya bernada tinggi tadi. Lalu, belasan pria berbaju preman itu pun memukul saya,” Ujar Rofik.

Rofik mengalami pemukulan di bagian kepala sebelah telinga, rahang, bahu, sikut dan rusuk berkali kali. Bahkan dirinya juga sempat dipukul kursi. Rofik merasakan “Dari pemukulan tersebut, yang paling terasa sakitnya di bagian kuping,” ucapnya.

Aksi pengeroyokan ini sempat didokumentasikan Fotografer Antara, Didik yang juga ada di TKP saat itu. Namun, para pelaku menghalangi Didik untuk mendokumentasikan kejadian pemukulan tersebut.

“Mas Didik sempat dipukul helem,” kata dia.

Beberapa saat kemudian, jurnalis lain, Angga, Firman dan Ali pun datang untuk membantu melerai aksi tersebut. Namun, mereka turut menjadi korban pemukulan dari sekelompok orang dari lobby diskotik yang berada di lantai atas tersebut.

“Mereka, Firman, Angga dan Ali, sudah berusaha melerai aksi pemukulan tersebut. Akan tetapi, saya lihat ada yang kena pukul,” tuturnya.

Mereka pun meminta lima jurnalis ini untuk segera pergi dari lingkungan Diskotik Ibiza. Sayangnya, mereka menahan dua motor dari lima jurnalis ini.

Atas kejadian ini, lima jurnalis ini pun langsung melaporkan ke SPKT Polrestabes Surabaya. “Kalau diperlukan visum saya akan visum,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Mirzal Maulana membenarkan kabar pelaporan tersebut. Mereka telah didampingi oleh Tim Resmob Polrestabes Surabaya untuk menindak lanjuti kejadian pemukulan tersebut.

“Nah ini kan tadi mereka menginformasikan, sedang laporan di Polrestabes saya minta didampingi Resmob,” kata dia. (MBPN-IRWIN)