Banda Aceh, bhayangkaraperdananews.com – Ketua Umum Forum Komunikasi Lintas Pendiri Deklarator dan Kader (FKLPDK), M Subur Sembiring, menyikapi kondisi negara ini dimana terjadi banyak aksi protes terhadap kenaikan BBM yang telah menimbulkan kenaikan harga pokok dan biaya transportasi.
“Walaupun ada Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp. 600 ribu, namun belum bisa menutupi kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat yang meningkat akibat naiknya harga BBM,” tegas Subur Sembiring di Jakarta
pemerintah mestinya segera menurunkan harga BBM. Salah satu upaya yang harus dilakukan pemerintah adalah mencari perbandingan harga minyak di negara lain seperti Rusia atau Arab.
lanjut Subur, peran Menteri Luar Negeri untuk berkomunikasi dan melobi negara penghasil minyak lainnya agar harga minyak bisa turun, sehingga Pemerintah Indonesia dapat menjalankan programnya dengan stabil.
“Saya khawatir jika demo mahasiswa, buruh, para ulama dan tokoh masyarakat terkait kenaikan BBM berlangsung terus menerus, akan menyebabkan terganggunya perekonomian. konsentrasi pemerintah bisa buyar,” imbuh dia.
Menurut Subur, solusinya adalah musyawarah dengan semua stakeholder negara ini, termasuk para raja sultan juga diajak.
Memang secara sistematika, musyawarah dilakukan oleh presiden dan DPR. Tapi perlu diingat bahwa lahirnya negeri ini termasuk pemberian dari para raja sultan. Karena itu pentingnya memanggil para raja sultan untuk diajak dialog,” pungkasnya.
Sementara Ketua Bidang Pemerintahan dan Politik FKLPDK yang juga Ketua Majelis Tinggi Perjuangan Bela Negara, Abdul Rachman juga sependapat agar harga BBM diturunkan melihat kondisi demo yang hampir dilakukan setiap hari belakang ini.
“Harga BBM harus diturunkan karena memang tidak sesuai dengan kemampuan daya beli masyarakat saat ini. Bisa dibilang masyarakat diperhadapkan pada lebih besar pasak daripada tiang atau lebih besar pengeluaran daripada pendapatan,” tegasnya.
Hal senada juga dikatakan Dewan Pakar FKLPDK, Hj Siti Aisyah Margareth Rose Soekarno Putri, agar isu kenaikan BBM ini perlu segera disikapi dan diantisipasi jangan sampai menjadi penderitaan rakyat.
“Kita hendaknya cari akar permasalahan dan solusinya mengapa sampai bisa terjadi kenaikan BBM. Harus diselesaikan persoalan ini segera mungkin dan pemerintah betul-betul memberikan kesejahteraan untuk rakyat,” tandas Siti Aisyah MR Soekarno Putri Siregar Harahap Putri kandung dari Proklamator RI/ Presiden Pertama RI Ir H Soekarno dengan Veteran Pejuang NKRI Hj Maharani Misna Suzanna Siregar kelahiran Liverpoll Inggris 05 Juni 1925. (MBPN-Ira)
