• Sab. Okt 1st, 2022

BHAYANGKARA

PERDANA NEWS

Anggaran BBM Kosong, Anak Sekolah Terlantar

ByMBP-NEWS

Sep 19, 2022

Aceh Singkil, bhayangkaraperdananews.com – Sudah Seminggu lebih anak sekolah di Kecamatan Danau Paris Aceh Singkil terlantar.

Anak Sekolah tidak lagi diantar jeput ke Sekolah masing-masing karena Bus Sekolah yang diberikan khusus oleh Pemda Aceh Singkil untuk antar jeput anak Sekolah, tidak lagi beroperasi. Demikian disampaikan kontributor Juslebah dari Lae Balno, Danau Paris, Kamis(15/9/22).

Para orang tua murid terutama di daerah perbatasan Aceh-Sumut di desa Lae Balno, sedih dan menjerit menghadapi masalah tidak beroperasinya Bus Sekolah itu.

Para orang tua murid ragu untuk mengizinkan anaknya untuk pergi ke Sekolah, karena jarak tempuh dari rumah ke Sekolah sangat jauh dan melewati hutan belantara, terkhusus anak SMP.

Pantauan Juslebah di Kecamatan Danau Paris saat ini, banyak murid tidak masuk sekolah. Walau ada juga para orangtua mengantarkan anaknya naik Sepmor, namun hanya sebagian kecil saja yaitu bagi yang berani dan mempunyai kendaraan pribadi.

Tidak beroperasinya Bus Sekolah itu, karena anggaran Bahan bakar minyak(BBM) Pemda Aceh Singkil sudah ludes.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh Singkil, Ranto,S.Pd, ketika dikonfirmasi Juslebah(16/9), mengatakan bahwa anggaran BBM untuk Bus Sekolah sudah tidak ada terkhusus untuk 16 Bus Sekolah di Aceh Singkil.

Ranto mebenarkan bahwa sudah seminggu lebih Bus Sekolah tidak lagi beroperasi. Diyakininya anak sekolah yang sudah ditentukan antar jeput masing-masing kecamatan telah terhenti.

Sang Kadis yang mantan guru itu menjelaskan, anggaran untuk BBM Bus Sekolah di dinas Perhubungan tahun 2022, telah habis yaitu hanya mampu hingga pertengahan bulan September.

Diakuinya bahwa dirinya baru dua bulan menjabat sebagai Kadis di Dishub Aceh Singkil.

“Benar Bus Sekolah tidak lagi beroperasi sudah lebih seminggu ini, diakibatkan anggaran BBM sudah habis. Saya berupaya mencari dana talangan, namun tidak dapat dan sudah saya coba juga ke dinas pendidikan untuk bantu menalangi, ternyata juga tidak ada.
Kami berani meminjam uang selama dua bulan ini sampai menunggu disahkan nya anggaran perubahan, Tapi sayangnya hingga hari ini belum dapat. Saya pening mau diolah darimana, karena saya pun baru menjadi Kadis”, imbuh,Ranto.

Situasi seperti ini menjadi tamparan keras disaat kepemimpinan Pj.Bupati Aceh Singkil, Marthunis. Anggaran BBM Untuk Bus Sekolah di Aceh Singkil yang sudah diatur dan diplotkan sesuai APBK T.A 2021-2022, ternyata tidak sinkron. Hanya bertahan hingga per Agustus 2022, Ada apa…??

Perwakilan orangtua murid dari Lae Balno, P.Barasa, mengatakan sangat kecewa karena terlantarnya anak sekolah saat ini.

“Kami sangat sedih karena anak-anak kami banyak yang tidak pergi ke sekolah karena Bus sudah Stop. Kami ragu nanti anak-anak ketinggalan pelajaran. Tidak berani kami menyuruh ke Sekolah karena jauh dan itu sangat rawan terhadap keselamatan anak walupun setingkat SMP.
Kami berharap kepada Pemda C.Q dinas Perhubungan agar mencari Solusi. Jangan biarkan anak kami terhenti Sekolah”,ujar Barasa.

Kadishub, Ranto meyakinkan akan segera mencari Solusi. Diakuinya bahwa dirinya tidak berhenti walau sudah capek mengupayakan.

“Saya akan mencari Solusi dan kebijakan agar ada BBM demi beroperasinya kembali 16 Bus Sekolah di Aceh Singkil ini. besok kami rapat dengan Dinas Keuangan(Jumat-red) untuk mencari Solusinya kerna sebelumnya sudah minta petunjuk pak Bupati. Kami mohon juga kepada Orang tua murid agar bersabar dan saling mengupayakan kebijakan yang positif”, ujar,Ranto. (MBPN_JL/02A)