• Sat. Jun 27th, 2026

BHAYANGKARA PERDANA NEWS

Investigasi Cepat dan Akurat

Desa Repaking Peringati Isro’ Mi’roj dengan Meriah

JATENG, bhayangkaraperdananews.com – Warga desa Repaking mengadakan Peringatan Isr’ mi’roj nabi agung Muhammad Saw, pengajian Akbar menjadi tradisi tahunan warga Repaking secara bergiliran ke dukuhan satu ke yang lain,saat ini jatuh di dukuh Ngrekesan, tepatnya di masjid Kholid bin Walid yang dihadiri kiyai kondang dari Boyolali KH Sigit Anjar Warsito, seorang ulama’ juga ketua Takmir masjid se Kabupaten Boyolali, juga seorang PNS dari kantor urusan Agama di Boyolali, tradisi adiluhung yang patut ditauladani diprakarsai tokoh tokoh agama desa Repaking ky Kasmuri,Ky Dhakiri Kepala Desa Repaking Jumiren beserta perangkatnya Fatayat Muslimat. Sabtu 18 Pebruari 2023 sekitar pukul 19.30 wib.

Pengajian yang dihadiri kurang lebih 500 pengunjung warga Repaking merasa ter ayomi dengan sambutan yang di berikan kepala desa Jumiren.

” Aku Iki ” kata Jumiren, barusan dipanggil oleh Seno Sepuh, dengan kepala desa yang lain di solo, welingnya. untuk mendukung KH Masruri sebagai ketua NU Boyolali, karena apa kok Masruri karena di Boyolali itu baik, Bupati, Sekda, inspektorat, itu semua dari lulusan pondok pesantren yang berbasis NU Murni, sehingga masyarakat akan merasa aman nyaman damai karena dipimpin sama sama warga Nahdliyyin.

Kepala Desa juga meminta maaf ke semua masyarakatnya bila dalam berprilaku,tutur sapa kurang berkenan itu semua hanya demi kemaslahatan umat, dan mengajak warga untuk taat kewajiban membayar pajak karena itu akan dikembalikan lagi yang lebih besar ke masyarakat seperti Dana desa dll,

Setelah sambutan Kepala Desa dan istirahat sejenak, acara inti yang di sampaikan KH Sigit Anjar Warsito dan diiringi grup rebana Al Haedar dari Pabelan,juga sari tilawah kondang dari Boyolali Niswatul Ulya,membuat yg mendengarkan terdiam dan menghela nafas karena suara yang sangat panjang dan merdu.

Dalam tausiyahnya KH Sigit menekankan keutamaan sholat berjamaah, dengan perumpamaan ,Membangun mesjid dengan membangun atau membuat keranda mayat,” kalau membuat keranda mayat setalah jadi ditinggalkan tapi kalau membangun Madjid setelah jadi harus diisi tidak ditinggalkan”.

Karena hanya ibadah sholat sebagai bentuk pengabdian hamba ke tuhanya yaitu Alloh SWT, dan hanya sholat yang menjadi kebanggaan hamba dalam menhadap sang choliq, karena sholat sebagai penentu segala amal manusia dihadapan Allah, itulah wanti wanti KH Sigit kewarga Repaking dan itu diulang ulang, yang intinya KH Sigit jangan sekali kali tinggalkan ,teros perbaiki dan sempurnakan sholatmu. (MBPN-Muhtarom)