JATENG, bhayangkaraperdananews.com | Seperti biasa rutinitas polmob/polhut melakukan patroli diwilayahnya, karena banyak aduan dari masyarakat bahwa diwilayah gunung tumpeng rawan pencurian kayu dan daun glirisidi, padahal tak kurang kurangnya pihak perum perhutani penggandeng warga/masyarakat sekitar hutan dalam berbagai bentuk, diantaranya kerjasama Serring, warga mendapatkan 1/3 dari lahan perhutani untuk dimanfaatkan tanaman polowijo, warga juga ikut sebagai tenaga kerja dalam penanaman baik jati, glirisidi, minyak kayu putih, sehingga warga sangat terbantu dalam sisi ekonominya. (10/4/2023).
Awak media sengaja mengkonfirmasi salah satu tokoh warga gunung tumpeng MH yang berada disekitar kejadian mengatakan ” orang orang itu memang sering ngarit daun glirisidi (mencari daun grilisidi) untuk pakan ternak, dengan terang terangan, saya senang sekali bila orang yang punya sepeda itu juga diamankan, biar kapok atau jera”.
Sekitar pukul 16,00 wib patroli yang dipimpin langsung Wk ADM, Yuliirahati, S.Hut,(korkam), Ndanru Khoerul Anwar, Sugeng Riyadi dan Susilo, berpapasan dengan orang yang mengambil pohon/ daun Glirisidi di petak 157 RPH gunung tumpeng BKPH Manggar, orangnya melarikan diri dan meninggalkan 2 sepeda motor yang sudah dimodif untuk membawa kayu, 2 Arit/ sabet yang digunakan untuk ngaret /nebang , 2 Bongkok Glirisidi, semua alat bukti diamankan di Mako Kandangdoro untuk penyelidikan lebih lanjut.
Wk ADM Yuliirahati, S.Hut setiap kali berkunjung ke tokoh tokoh masyarakat dan pemerintahan desa yang berada kawasan hutan selalu mengajak untuk menjaga mengamankan hutan, hutan sangatlah penting di kehidupan kita, kita hidup,dari hutan janganlah hutan kita rusak, bila hutan rusak, rusaklah tatanan kehidupan kita, karena hutan dan warga adalah ekosistem, (MBPN-Muhtarom)
