BANDA ACEH | bhayangkaraperdananews.com – Kepala Kelompok Staf Ahli Pangdam Iskandar Muda, (Kapok Sahli Pangdam IM) Brigadir Jenderal TNI Mahesa Fitriadi, mewakili Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., bertindak sebagai Inspektur Upacara pada pelaksanaan Upacara Bendera Bulanan yang berlangsung di Lapangan Blang Padang, Kota Banda Aceh, Senin (20/4/2026).
Upacara yang diikuti oleh para Perwira, Bintara, Tamtama, serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kodam Iskandar Muda tersebut berlangsung dengan tertib dan khidmat. Kegiatan ini merupakan salah satu sarana pembinaan satuan sekaligus momentum untuk menyampaikan kebijakan dan arahan pimpinan TNI kepada seluruh prajurit dan PNS.
Dalam kesempatan tersebut, Kapok Sahli Pangdam IM membacakan amanat Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si. Dalam amanatnya, Panglima TNI mengajak seluruh prajurit dan PNS TNI untuk senantiasa memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga masih diberikan kesehatan serta kesempatan untuk terus melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Mengawali amanatnya, Panglima TNI juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh keluarga besar TNI di manapun berada. “Minal ‘Aidin wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya, seraya berharap momentum Idul Fitri dapat semakin mempererat kebersamaan serta meningkatkan semangat pengabdian.
Lebih lanjut, Panglima TNI menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas dedikasi, loyalitas, serta semangat juang yang telah ditunjukkan oleh seluruh prajurit dan PNS TNI dalam menjalankan berbagai tugas di tengah dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang, baik di tingkat global, regional, maupun nasional.
Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa situasi global saat ini, termasuk konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, turut memberikan dampak terhadap kondisi politik dan ekonomi dunia. Selain itu, krisis energi global juga menuntut adanya langkah-langkah efisiensi, termasuk dalam penggunaan anggaran dan energi di lingkungan TNI.
Panglima TNI turut mengingatkan bahwa berbagai peristiwa hukum yang melibatkan oknum prajurit masih terjadi dan berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi TNI. Oleh karena itu, seluruh prajurit dan PNS diminta untuk senantiasa berhati-hati dalam bertindak, menjunjung tinggi hukum, serta menjaga kehormatan institusi di manapun bertugas.
Tidak kalah penting, Panglima TNI juga menyoroti penggunaan media sosial di kalangan prajurit dan PNS TNI. Ia mengingatkan agar seluruh personel bijak dalam menyikapi arus informasi yang begitu cepat, serta tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong (hoaks) maupun provokasi yang dapat memecah belah persatuan bangsa.
“Prajurit dan PNS TNI harus mampu menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang positif, serta turut menjaga nama baik institusi TNI di ruang digital,” tegasnya.
Mengakhiri amanatnya, Panglima TNI menekankan beberapa pedoman penting yang harus dilaksanakan oleh seluruh prajurit dan PNS TNI, di antaranya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, memegang teguh nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan lingkungan strategis.
Selain itu, seluruh prajurit juga dituntut untuk senantiasa bertindak profesional, taat hukum, serta adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan, guna mewujudkan TNI yang profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif.
Upacara bulanan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat soliditas, disiplin, serta semangat pengabdian seluruh prajurit dan PNS di jajaran Kodam Iskandar Muda, dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (MBPN-Ira/Pendam IM)
