LAMPUNG TENGAH | bhayangkaraperdananews.com – Perjuangan yang dulu diperjuangkan oleh R.A. Kartini untuk mengangkat derajat dan kemampuan wanita, kini terus hidup dan dibuktikan nyata di tengah masyarakat di tahun 2026.
Kalau dulu perjuangannya lewat pendidikan dan kebebasan berpikir, sekarang semangat itu terwujud dalam keberanian, ketangguhan, dan kemampuan wanita menjalani peran yang selama ini dianggap hanya bisa dikerjakan oleh kaum pria.

Salah satu bukti nyata itu terlihat dari sosok Ibu Sri Wahyuni, seorang ibu rumah tangga yang membuktikan bahwa keterbatasan situasi bukanlah penghalang untuk bergerak dan berjuang demi keluarga. Usaha yang digelutinya ini memang terbilang tak lazim dijalani oleh seorang wanita, apalagi bagi ibu rumah tangga yang biasanya identik dengan urusan rumah tangga. Namun bagi Ibu Sri, tanggung jawab dan cinta kepada keluarga menjadi motivasi terbesar untuk melangkah melebihi batas stereotip.
Semuanya berawal saat suami tercinta, Bapak Sunardi, yang juga menjabat sebagai Dewan Penasehat Forum Kader Bela Negara (FKBN) Kabupaten Lampung Tengah, jatuh sakit dan tidak dapat menjalankan aktivitas serta pekerjaannya seperti biasa. Tanpa ragu dan tanpa mengeluh, Ibu Sri pun mengambil alih sepenuhnya roda usaha milik suaminya. Pekerjaan yang selama ini menjadi ranah kaum laki-laki, berhasil ia kendalikan dengan sangat baik:
-Mahir memotong kaca dengan berbagai ukuran, baik yang lebar maupun pendek, dengan hasil yang presisi dan rapi
-Mampu menggantikan posisi manajemen usaha, mengatur administrasi, stok barang, hingga keuangan dengan tertib
-Pandai bernegosiasi harga dengan para pelanggan dan rekanan, sehingga kepercayaan terhadap usaha tetap terjaga bahkan semakin meningkat
-Terampil merakit dan membuat produk pesanan, mulai dari lemari kaca, etalase toko, hingga berbagai jenis furnitur kaca lainnya
-Punya pemahaman teknis yang baik, mampu menerjemahkan sketsa atau gambar desain dari keinginan konsumen menjadi barang jadi yang sesuai harapan.

Ketangguhan Ibu Sri dalam menjaga keutuhan keluarga dan melanjutkan perjuangan suami, ternyata menurunkan jiwa nasionalisme dan pengabdian yang tinggi kepada anak-anaknya. Salah satu buah hatinya kini mengabdi sebagai anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) dengan pangkat Serda Melani Ardiyati, bertugas di PK 31, Divisi Infanteri 2/Kostrad.
Berani memilih jalan pengabdian yang penuh tantangan, ia buktikan bahwa nilai-nilai keberanian, disiplin, cinta tanah air dan tanggung jawab yang diajarkan kedua orang tuanya sudah melekat kuat dalam dirinya.
Kisah keluarga Bapak Sunardi dan Ibu Sri Wahyuni ini adalah cerminan paling nyata dari sosok Kartini Zaman Now 2026. Ibu Sri tidak hanya hebat mengurus rumah dan anak-anak, tapi juga mampu menjadi tulang punggung keluarga saat dibutuhkan.
Ia membuktikan bahwa menjadi wanita, menjadi istri, dan menjadi ibu bukan berarti lemah atau terbatas. Semangat Kartini yang mengajarkan untuk berani belajar, berani berusaha, dan berani berdiri setara, kini dijalankan dengan sempurna oleh sosok-sosok hebat seperti beliau.
Lebih dari itu, pasangan suami istri ini juga telah melahirkan generasi penerus yang membanggakan – dari menjaga keutuhan rumah tangga, memajukan usaha, berkontribusi di organisasi kemasyarakatan, hingga ikut menjaga keamanan dan kedaulatan negara. Inilah peran wanita dan keluarga Indonesia yang tak ada batasnya, menginspirasi banyak orang di mana pun berada . (MBPN-Sunardi)
