Aceh Singkil, bhayangkaraperdananews.com – Potensi Wisata di Kabupaten Aceh Singkil seakan tiada habisnya. Bukan saja Wisata Bahari Pulau Banyak yang menjadi Unggulan, namun banyak lagi lokasi wisata maupun arena rekreasi di bumi Syech Abdurrauf As Singkily yang belum tersentuh, maupun yang sedang berpacu untuk menjadi wisata paforit bagaikan anak gadis sedang ber-dandan.

Salah satunya ialah wisata Mangrove “Pulo Tabek” yang terletak di Kampung Gosong Telaga Selatan, Kec. Singkil Utara, Aceh Singkil. Pulo Tabek yang dihiasi kayu mangrove serta sungai di pinggiran Pantai yang menjadi sarana memancing itu, sangatlah indah dan membuat betah para pengunjung yang berwisata ke lokasi tersebut.
Dengan itu pula pihak KKP(Kementrian Kelautan & Perikanan) melirik dan tertarik dengan Potensi hutan mangrove Pulo Tabek, sehingga jauh-jauh datang dari Pusat untuk mendandani sekaligus mensupport dana untuk pembangunan Kontruksi Tracking wisata manggrove itu pada Oktober 2020 yang lalu.
Walau hanya bangunan permulaan yang berupa Kontruksi Tracking dan beberapa Gazebo itu, namun sudah membuat indah dan tampak berkualitas.Target dan harapannya, Pengunjung akan lebih ramai datang ke Pulo Tabek, sehingga bisa meningkatkan inkam pihak pengelola dan dapat menyumbangkan PAD(Pendapatan Asli Daerah).
KKP, melalui DIRJEN Pengelolaan ruang laut Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut, sudah melaksanakan kontruksi Tracking Pulo Tabek itu dengan tuntas dan sudah digunakan para pengunjung beberapa bulan terakhir ini.
Kepala BPSPL(Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut wilayah Sumatera di Padang, Mudatsir, mengatakan, bahwa Aceh Singkil sangat luar biasa Potensi wisatanya terutama wisata bahari. Justru itu katanya, Pemerintah Pusat maupun pihak Investor melirik dan tergiur untuk membangun maupun berinvestasi. Sangat mudah menjual dan mempromosikan dengan segudang Potensi Aceh Singkil ini, ucap Mudatsir, di sela-sela kunjungannya ke Aceh Singkil, Kamis (08/7/21).
“Tracking mangrove sebagai fasilitasi Kementrian Kelautan dan perikanan, kiranya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pemicu peningkatan ekonomi wisata bahari Kabupaten Aceh Singkil yang kaya Potensi Sumberdaya lautan”, ujarnya mantap.
Adanya support dari Dirjen BPSPL itu, tidak terlepas dari buah koneksi Dinas Kelautan dan Perikanan Kab.Aceh Singkil. Sang Kadis, Saiful Umar, giat berupaya untuk mengembangkan Potensi Kelautan dan Perikanan Aceh Singkil, dengan meloby kue dari Pusat sejurus jaringan koneksi yang ada.
“Terimakasih kepada Bapak Menteri KKP atas perhatiannya terhadap pengembangan potensi kelautan dan perikanan di Aceh Singkil khususnya pelestarian dan pemanfaatan hutan mangrove yang mulai terancam. Diharapkan kepada kelompok pengelola wisata mangrove dapat memanfaatkan sebaik-baiknya tracking yang sudah dibangun,dan melanjutkan jika ada yang masih kurang dengan tetap menjaga kelestarian hutan mangrove tersebut”, pungkas Saiful Umar bersemangat.
Ditempat terpisah, pihak penerima manfaat yaitu pengelola kelompok usaha bersama(KUB) Pulo Tabek desa Gostel Selatan yang terdiri dari anak-anak muda Millenial, mengatakan sangat bersyukur dan ber terima kasih terhadap Pemerintah terutama Dirjen KKP, atas bangunan tracking yang dilaksanakan untuk Pulo Tabek itu. namun pihak Kelompok sangat berharap agar ada pembangunan lanjutan di tahun yang akan datang, baik dari Pemda maupun dari pemerintah Pusat.
Melalui ketua KUB Pulo Tabek, Wajri, mengatakan sangat beruntung bahwa lokasi wisata yang telah lama dikelolanya mendapat bantuan berupa bangunan Tracking dari Pemerintah. “Kami sangat terima kasih sekali terhadap pemerintah, bahwa usaha kami ini diperhatikan. Terutama kepada pak Saiful Umar, sangat kami apresiasi dan semoga ini berkelanjutan agar lokasi ini menjadi lebih indah lagi”, ucap wajri.
Ditambahkan wajri lg, walau sokongan bangunan wisata itu baru permulaan, namun sudah sangat berguna yang dirasakan manfaatnya. Apalagi pengerjaannya tempohari dilaksanakan warga secara bersama dan bisa mengatasi ekonomi keluarga disaat Pandemi.
“Mudah-mudahan dengan ikhtiar kami nantinya, dapat kami tambahi fasilitas wisata di Pulo Tabek ini sesuai kemampuan. Pengunjung banyak yang mendambakan pondok sangkar burung dan sarana lainnya ada disini, sehingga para pelancong tidak bosan dan dapat menjadikan salah satu wisata hutan mangrove Primadona”, ujar Wajri mengakhiri. (MBPN- 02/H.Tgr)
