BLORA | bhayangkaraperdananews.com – Nama Agus CBI kini semakin dikenal luas di kalangan pecinta literasi. Pria yang merupakan putra asli asal Blora, sukses “mengguncang” Kabupaten Bogor melalui gerakan yang ia gagas, Salam Literasi. Dengan pendekatan yang unik, energik, dan mudah diterima oleh berbagai kalangan, Agus berhasil mengubah citra kegiatan membaca yang sering dianggap kaku menjadi sesuatu yang seru, modern, dan menyentuh hati.
Kegiatan dilaksanakan di gedung PPIB kota Bogor, Rabu 22 April 2026
Apa Itu Salam Literasi?
Salam Literasi bukan sekadar sapaan biasa, melainkan sebuah gerakan dan simbol semangat untuk terus membaca, menulis, dan belajar. Gerakan ini ditandai dengan sapaan khas disertai gerakan tangan yang mudah diingat, yang kini sering terlihat di berbagai acara sekolah, komunitas, hingga kegiatan pemerintahan.
Menurut Agus, Salam Literasi lahir dari keprihatinan melihat rendahnya minat baca masyarakat. “Saya ingin literasi tidak lagi terasa berat atau membosankan. Melalui Salam Literasi, kita mengajak semua orang, dari anak-anak hingga orang tua, untuk menyadari bahwa membaca adalah kunci membuka wawasan dan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Menyapa Warga Bogor dengan Semangat Baru
Kehadiran Agus CBI di berbagai titik di Bogor, mulai dari sekolah-sekolah, taman kota, hingga acara masyarakat, selalu disambut antusias. Ia tidak hanya berbicara, tetapi juga mengajak audiens berinteraksi, bernyanyi, dan melakukan gerakan Salam Literasi bersama-sama. Suasana yang biasanya hening kini menjadi hidup dan penuh semangat.
Banyak warga, terutama anak-anak dan remaja, yang kini mulai tertarik membaca buku setelah mengenal gerakan ini. Mereka merasa lebih termotivasi dan bangga bisa ikut serta dalam gerakan positif ini.
Dukungan dan Dampak Positif
Gerakan Salam Literasi yang dipelopori Agus CBI juga mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk instansi pendidikan dan pemerintahan daerah. Kegiatan ini dinilai sangat membantu dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berpengetahuan luas.
“Agus CBI membawa angin segar bagi dunia literasi di Bogor. Cara ia menyampaikan pesan sangat mudah dipahami dan diterima oleh generasi muda. Ini adalah langkah yang sangat tepat dan inspiratif,” ungkap salah satu pengamat pendidikan di Bogor.
Visi ke Depan
Agus CBI mengaku tidak berhenti sampai di sini. Bersama timnya, ia berencana untuk terus menjangkau lebih banyak wilayah, tidak hanya di Bogor, tetapi juga ke daerah-daerah lain di Indonesia. Tujuannya sederhana namun besar: menjadikan budaya membaca dan menulis sebagai gaya hidup masyarakat Indonesia.
“Dengan Salam Literasi, mari kita bangun generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang gemar membaca,” tutup Agus dengan semangat. (MBPN-ISMAN)
