GROBOGAN, bhayangkaraperdananews.com – Alumni Madrasah Aliyah Futuhiyyah Suburan Mranggen Demak melakukan perjalanan ziarah kemakam para auliya’ Allah ke makam sunan Ampel (Raden rahmat),dan ziarah ke Syaikhona KH. Kholil Bangkalan yang juga guru dari KH Hasyim Asy’ari kakek presiden ke empat dan KH As’ad Syamsul Arifin (pendiri pondok Asem Bagus Situbondo) ulama’ besar yang masih ada pertalian darah dengan sunan gunung jati Cirebon, Sabtu 30 Oktober 2021 sekitar jam 13. 30 WIB.
Dua tahun lebih dihantui wabah penyakit yang sangat menakutkan yaitu covid 19 yang mana harus menjaga jarak, pakai masker kemana saja, juga kurangi kerumunan dan mobilitas sehingga seperti hidup didalam ketakutan yang berlebihan.

Dengan kondisi sekarang ini pemerintah menurunkan level menjadi dua, seperti ada angin segar, dimana dua tahunan selalu melakukan pekerjaan dengan daring, kesempatan itu tidak disia-siakan oleh saudara Ahid Mansur untuk mengusulkan kepada Ketua Yayasan Futuhiyyah juga ketua yayasan MAQBA Brumbung KH Ahmad Sa’id Lafif Hakim (panggilan akrab Gus Lafif) putra KH. Muhammad Shodiq Lutfil Hakim Muslih, putra pendiri pondok pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak Jawa tengah.
Dibantu oleh Slamet Ghozali, H Muhtarom, Ahid Mansur untuk menyakinkan Gus Lafif yang ternyata beliau sudah mempunyai program rencana untuk sowan kemakam para Auliya’ di Bangkalan dan Ampel.
Beliau mengajak teman teman se Alumni MAF 1’90 SUBURAN MRANGGEN, bersama sama melepas kepenatan dari aktifitas sehari-hari, karena alumni MAF 1 itu ada yang menjadi wakil ketua Dewan, ada yang menjadi Dosen, Kepala sekolah, pengasuh Pon-pes, PNS, juga juragan kayu dan pejuang yang tak pernah dikenal namanya yaitu petani.
Perjalanan religi ke makam waliyullah Sunan Ampel dan Bangkalan KH. Ahnad Sa’id Gus Lafif yang didampingi istri dan KH Miftahul Huda (panggilan akrab Gus Huda) dan istri beserta 38 teman alumni seangkatan, penuh keakraban dengan bersenda gurau, gelak tawa saling bercengkrama, di hari pertama sowan ke makam Auliya hari kedua mampir ke Batu Malang wisata alam yang masih alami sekali, yaitu Coban Putri, kedua kiyai besar Gus Lafif sekalian Gus Huda bersama 38 rekan alumni, ambil dokumentasi poto bersama, bermain air terjun yang sangat indah dan alami, dengan pohon Pinus yang sangat lebat nan tinggi, didampingi pemandu yang menjelaskan sejarah asal muasal coban Putri, rombongan yang di pimpin KH. Maskuri merasa terhibur dan senang sekali dengan sesekali ledekan dari teman temannya yang mengajukan pertanyaan nyleneh ke pemandu yang menjadi gelak tawa, membuat suasana menjadi akrab . (MBP news mhtm)
