YOGYAKARTA, bhayangkaraperdananews.com – Nama aktivis 1998 sekaligus politisi PDIP, Budiman Sudjamitko, muncul di baliho-baliho seiring dengan berlangsungnya acara Musyawarah Rakyat (Musra) di Sleman, Yogyakarta.
Saat dikonfirmasi ke beberapa warga, mereka mengatakan tidak tahu siapa yang memasang.
“Kami hanya lihat Baliho Budiman setelah dipasang, kami enggak tahu siapa yang pasang,” kata Sutikno, salah seorang warga yang ada di sana, dikutip Minggu (29/1/2023).
Sutikno mengatakan baliho tersebut berkaitan dengan Musra hari ini di Yogyakarta, karena hampir sama juga di Surabaya beberapa minggu lalu.
Setelah dicoba konfirmasi ke panitia Musra, belum ada respons mengenai baliho Budiman Sudjatmiko tersebut, seperti pada berita yang beredar pada saat Musra Jawa Timur digelar.
Diketahui, disebut ada sekelompok masyarakat yang ikut mendorong Budiman sebagai calon presiden 2024.
Musyawarah Rakyat (Musra) ke-XVI Yogyakarta digelar di Sleman City Hall, Sleman, Yogyakarta, Minggu (29/1/2023).
Ajang penjaringan aspirasi terkait capres-cawapres ini dihadiri ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Yogyakarta.
Masing-masing masyarakat yang hadir mengungkapkan keunggulan jagoannya. Ada yang mendukung Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Airlangga Hartarto, Mahfud MD, Arsjad Rasjid, Moeldoko, dan banyak lagi tokoh lainnya.
Ketua Dewan Pengarah Musra Indonesia Andi Gani Nena Wea mengapresiasi antusiasme relawan dan masyarakat Yogyakarta yang hadir membanjiri arena.
“Sukses Musra Indonesia Yogyakarta. Sampaikan aspirasi dengan gembira,” tutur Andi Gani lewat rekaman video yang ditampilkan di arena Musra Yogyakarta, Minggu (29/1/2023).
Andi Gani menjelaskan, puncak Musra diperkirakan akan berlangsung di pertengahan Maret 2023 di Jakarta.
Di puncak Musra itu, kata Andi, akan diumumkan 3 nama capres-cawapres yang menduduki posisi tertinggi selama berlangsungnya Musra.
Ada nama capres-cawapres ini nantinya akan kami laporkan ke Presiden Jokowi. Sejauh ini sepanjang Musra 3 besar capres ada nama Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Airlangga Hartarto. Sementara cawapres, Mahfud MD, Sandiaga Uno, Arsjad Rasjid, dan Moeldoko,” ungkapnya.
Ketua Panitia Musra Indonesia Panel Barus menyebut, sampai dengan hari ini Musra sudah beranjak ke putaran 15.
Pelaksanaan Musra, lanjut Panel, adalah ikhtiar menjalankan proses demokrasi dengan melibatkan rakyat secara langsung.
“Rakyat subjek perubahan. Rakyat tidak boleh hanya sebagai objek. Ini bentuk keseriusan kita menjalankan demokrasi. Kita sungguh-sungguh mendorong keterlibatan rakyat. Musra jadi alat rekam yang paling jujur mengetahui apa yang jadi kehendak rakyat,” tegasnya. (MBPN-IRWIN)
