• Thu. Apr 16th, 2026

BHAYANGKARA PERDANA NEWS

Investigasi Cepat dan Akurat

Dinas Pendidikan Apresiasi Aplikasi Simpati Kepada Bunda PAUD Sebagai Wujud Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 13 Tahun

BLORA | bhayangkaraperdananews.com – Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Blora meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Manajemen PAUD Terintegrasi (Simpati).

Aplikasi tersebut ditujukan sebagai sistem informasi penanganan anak tidak sekolah pada jenjang PAUD.

Peluncuran aplikasi Simpati dilakukan oleh Bunda PAUD Kabupaten Blora Ainia Shalichah bersama Wakil Bupati Blora Sri Setyorini, Kepala Dinas Pendidikan Sunaryo, Anggota Komisi D DPRD Blora dan pihak kampus Universitas Terbuka di kawasan Alun-Alun Kabupaten Blora.

Kepala Dinas Pendidikan Blora Sunaryo mengatakan, aplikasi Simpati itu sebagai bentuk apresiasi kepada bunda PAUD sebagai wujud program wajib belajar pendidikan dasar 13 tahun. Aplikasi yang didalamnya ada sistem informasi untuk penanganan anak tidak sekolah pada jenjang PAUD yang usianya lima sampai enam tahun.

“Dalam aplikasi ini kami ingin memastikan anak-anak sekolah usia 5 sampai 6 tahun bersekolah di jenjang PAUD khususnya taman kanak-kanak. Jadi, dalam simpati itu ada empat langkah yakni pendataan, verifikasi sistem dan turun lapangan, monitoring serta evaluasi,” ujarnya.

Pihaknya menambahkan, pendataan untuk anak usia PAUD itu sudah terintegrasi pada data pokok pendidikan (dapodik). Kemudian, dari pendataan itu pihaknya dapat mengetahui jumlah anak yang belum sekolah, drop out atau tidak melanjutkan ke SD.

“Setelah ada pendataan dan peninjauan, kami akan langsung lakukan intervensi untuk kita ajak Bunda PAUD desa, kelurahan dan kecamatan untuk mengajak sekolah kembali. Jadi kami memberikan kesempatan kepada anak-anak usia PAUD ketika memasuki jenjang PAUD,” ungkapnya.

Sunaryo berharap, anak-anak usia PAUD terlayani terutama yang satu tahun pada sekolah itu. Bisa masuk ke sekolah-sekolah yang dipunyai dinas pendidikan.

“Sehingga nanti angka partisipasi sekolah jenjang usia 5-6 tahun meningkat. Karena tadi saya cerita angka partisipasi sekolah masih di angka 92,8 persen. Harapannya meningkat setiap satu tahun satu persen,” harapnya. (MBPN-Isman)