• Ming. Jan 29th, 2023

BHAYANGKARA

PERDANA NEWS

Dirlantas Polda Jatim “Blusukan” Sidak Pelayanan SIM di Madiun

ByMBP-NEWS

Des 21, 2022

MADIUN, bhayangkaraperdananews.com – Direktorat Lalu lintas Polda Jatim terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan dan edukasi terhadap masyarakat.

Seperti yang di lakukan oleh Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol M Taslim Chairuddin SiK MH disela-sela melaksanakan pengamanan kedatangan Presiden RI, menyempatkan diri untuk melakukan sidak pelayanan SIM di Satlantas Polres Madiun Kabupaten, Selasa (20/12/2022).

Alumni Akpol 94 ini mengatakan, jika sidak ini dilakukan untuk memastikan pelayanan dilaksanakan sesuai norma, standart yang berlaku serta untuk memastikan dalam pelaksanaannya tidak terjadi penyimpangan.

“Kami ingin memastikan bahwa pelayanan SIM di sini berjalan dengan baik,sesuai prosedur dan tidak ada penyimpangan,sehingga warga merasa nyaman,” ujar Kombes Taslim.

Dalam kesempatan ini,mantan Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel ini menyempatkan diri berdialog dan mengedukasi kepada para pemohon SIM, yang sedang menunggu pelayanan dimulai.

“SIM bukan sekedar ijin dan menjadi hak setiap orang.  SIM adalah lisensi ada syaratnya yaitu harus kompenten atau harus tahu bagaimana berlalu lintas yang baik dan benar serta harus terampil dalam mengemudikan kendaraan dijalan,” kata Kombes Taslim.

Mantan Kapolres Purworejo mengatakan, SIM merupakan penghargaan/ previlage atau hak istimewa yang diberikan kepada warga negara yang kompenten, hanya saja kompetensi itu selain knowledge dan skill juga dilengkapi attitude atau sikap dan prilaku.

SIkap dan prilaku itu merupakan cerminan karakter moral yang melekat dalam diri seseorang yang merupakan hasil dari proses penanaman nilai-nilai moral yang dilakukan sejak kecil oleh keluarganya, lembaga pendidikannya, lembaga agamanya dan lingkungan sosial dimana ia tumbuh dan berkembang.

“Tidak hanya nilai hasil ujian dari proses uji SIM, melainkan pemilik SIM paham bagaimana mengemudikan kendaraan dijalan karena tahu saja tidak cukup, pengemudi harus paham, sehingga mau melakukan sesuai pengetahuannya, terkadang kita sudah hati-hati tetap saja kecelakaan karena kelalaian orang lain,” lanjutnya.

Menurutnya, mengapa baik itu menjadi lebih penting daripada sekedar benar. Terkadang kita dalam posisi yang benar tetapi ketika berhadapan dengan mereka yang ceroboh, lalai dan melanggar aturan, sebaiknya kita mengalah saja agar semua selamat dan tidak terjadi kecelakaan.

“Saran saya membaca buku kumpulan soal-soal ujian SIM. Tujuannya agar tahu dan berikutnya lulus dalam ujian,karena sebagai generasi muda bangsa yang tidak boleh mati sia-sia akibat kecelakaan dijalan,” ujar Kombes Taslim saat dialog dengan para remaja yang sedang menunggu layanan SIM.

Selain melakukan sidak, Kombes Taslim  juga menyerap aspirasi yang diantaranya tentang kekosongan material SIM pada saat ini,sementara pelayanan sim online (Sinar) tetap dilakukan sementara material kosong,dan juga di harapkan layanan kesehatan dan psikologi dapat dikukan dimana saja.

“Kami mohon maaf jika masih ada kendala,atas masukannya akan kami sampaikan dan koordinasikan ke Korlantas Mabes Polri,” ungkapnya.

Konbes Pol Taslim mengharapkan proses ujian sim dilakukan dengan benar dan dalam prosesnya tidak dilakukan penyimpangan. itu penting agar output, outcame, benefit dan impac dari proses uji sim itu tercapai, tujuan akhirnya mereka yang memiliki SIM kompenten, dengan demikian pelanggaran dan  kecelakaan dengan fatalitas korban dapat ditekan.

“Kami akan terus melakukan blusukan,sidak dan menjaring aspirasi agar kepercayaan masyarakat terhadap Polri dalam proses pelayanan SIM dapat ditingkatkan,”pungkas Kombes Taslim. (MBPN-Irwin)