BLORA | bhayangkaraperdananews.com – Kemeriahan Gebyar PAUD 2025 Kabupaten Blora resmi dibuka di Alun-Alun setempat, Jumat (20/6/2025). Lebih dari 1.500 anak dari TK dan PAUD se-Kabupaten Blora turut ambil bagian dalam kegiatan ini.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sunaryo mengatakan, kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan semangat, bakat dan kreativitas anak-anak.
Selain itu juga menjadi sarana efektif untuk menyosialisasikan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendisdakmen).
Tujuh kebiasaan itu adalah bangun pagi, beribadah, olahraga, gemar belajar, makan bergizi, bermasyarakat, dan tidur cepat.
”Gebyar PAUD tahun ini juga merupakan rangkaian dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli mendatang,” ungkap Sunaryo.
Sekretaris Daerah Kabupaten Blora, Komang Gede Irawadi, secara resmi membuka kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas semangat dan antusiasme seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, guru, orang tua, hingga para peserta didik.
”Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Blora, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas terselenggaranya Gebyar PAUD 2025 yang begitu meriah dan penuh semangat,” tutur Sekda Komang.
Ia juga mengingatkan pentingnya menggalakkan kegiatan positif bagi anak-anak, terutama di era digital yang penuh tantangan.
Menurutnya, fenomena yang tengah terjadi saat ini dimana para orang tua lebih memilih memberikan gawai kepada anaknya dalam menenangkan mereka menjadi perhatian penting.
”Jika tidak dibatasi, penggunaan gawai bisa berdampak pada kecanduan dan berpengaruh terhadap kesehatan mental anak,” tegasnya.
Untuk itu, Sekda Komang mengajak para guru TK, PAUD, dan seluruh Bunda PAUD se-Kecamatan agar menjadi garda terdepan dalam menyebarkan nilai-nilai positif kepada orang tua dan masyarakat.
”Masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh anak-anak kita hari ini. Untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, diperlukan peran bersama dari pemerintah, pendidik, dan orang tua,” tambahnya. (MBPN-Isman)
