• Mon. Jun 1st, 2026

BHAYANGKARA PERDANA NEWS

Investigasi Cepat dan Akurat

Irdam IV/Diponegoro Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila sebagai Fondasi Perdamaian Dunia

KOTA SEMARANG | bhayangkaraperdananews.com – Irdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Denny Marantika, M.Han., memimpin langsung jalannya Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 diikuti para prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lapangan Makodam pada Senin (1/6/2026).

Dalam amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia (BPIP) Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. yang dibacakan oleh Inspektur Upacara disampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan belaka. Momen ini harus dijadikan sebagai waktu untuk merefleksikan diri guna memastikan api Pancasila tetap menyala di dalam jiwa setiap insan Indonesia. Pancasila dinilai sebagai “Bintang Penuntun” yang tangguh sekaligus menjadi “jangkar moral” bagi bangsa dalam menghadapi berbagai turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik dunia yang penuh ketidakpastian.

Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 ini mengusung tema yaitu “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut menjadi sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan internal bangsa Indonesia semata. Lebih dari itu, falsafah Pancasila juga dipandang mampu menjadi jawaban konkret dan fondasi utama demi terciptanya perdamaian dunia yang abadi dan berkeadilan.

Melalui amanat tersebut, ditegaskan pula bahwa Indonesia bukan sekadar menjadi penonton dalam kancah internasional. Sesuai dengan amanat Pembukaan UUD 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia. Nilai musyawarah dan mufakat yang bersumber dari Pancasila menjadi instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan oleh dunia saat ini dalam menjembatani perbedaan, meredam ketegangan, serta menghentikan berbagai konflik antabangsa.

Kepemimpinan nyata Indonesia di panggung global diwujudkan melalui kontribusi aktif yang mencerminkan Sila Kedua, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Hal ini dibuktikan secara konsisten melalui pengiriman pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran aktif dalam mediasi konflik regional, serta kelantangan dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah. Melalui tindakan nyata tersebut, Indonesia ingin menunjukkan kepada dunia bahwa perdamaian sejati hanya bisa hadir jika keadilan bagi seluruh umat manusia telah terpenuhi.

Pada bagian akhir amanat, Kepala BPIP mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup atau living ideology yang diterapkan dalam keseharian, bukan sekadar hiasan dinding. Para menteri dan kepala daerah juga diimbau untuk memastikan setiap kebijakan publik yang dilahirkan selalu berlandaskan pada keadilan sosial dan menjamin hak-hak masyarakat terkecil. Dengan semangat persatuan yang kuat, seluruh jajaran Kodam IV/Diponegoro diajak untuk terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme demi menjaga harmonisasi kebangsaan. (MBPN-Sunarno/Pendam IV/Diponegoro)