BLORA | bhayangkaraperdananews.com — Kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau mendorong masyarakat Dukuh Banyuasin, RT 04/RW 04, Desa Semanggi, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, mengajukan permohonan bantuan pembangunan sumur kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Permohona tersebut disampaikan melalui Forum Kerukunan Warga Banyuasin (FKWB) Semanggi Jepon Blora kepada Gubernur Jawa Tengah. Surat bernomor 007/FKWB/IX/2026 itu berisi permohonan pembangunan sumur atau sarana penyediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, Senin 21 September 2026.
Dalam surat tersebut, FKWB menyampaikan bahwa warga Dukuh Banyuasin menghadapi keterbatasan sumber air, terutama ketika musim kemarau. Kondisi itu berdampak terhadap kebutuhan sehari-hari masyarakat, mulai dari minum, memasak, mandi hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
“Air merupakan kebutuhan dasar yang menyangkut keberlangsungan kehidupan, kesehatan, serta martabat masyarakat. Ketika sumber air semakin sulit diperoleh, masyarakat tentu sangat membutuhkan kehadiran dan perhatian pemerintah,” demikian salah satu poin yang disampaikan dalam surat permohonan tersebut.
FKWB berharap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dapat memberikan perhatian sekaligus memfasilitasi pembangunan sumur maupun sarana penyediaan air bersih di wilayah Dukuh Banyuasin.
Masyarakat juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung tahapan yang diperlukan pemerintah, termasuk pendataan, survei lapangan, verifikasi maupun kajian teknis sebelum pembangunan dilaksanakan.
Forum menegaskan, permohonan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan infrastruktur berupa sumur. Bagi warga, keberadaan sumber air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang sangat menentukan aktivitas kehidupan sehari-hari.
“Kami tidak hanya memohon pembangunan sebuah sumur, tetapi memohon hadirnya sumber kehidupan bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan air,” demikian pernyataan FKWB dalam suratnya.
FKWB berharap permohonan tersebut mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Tengah dan dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan serta mekanisme yang berlaku.
Warga berharap pembangunan sarana air bersih nantinya tidak hanya menjadi solusi sementara selama musim kemarau, tetapi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Dukuh Banyuasin.
Permohonan tersebut sekaligus menjadi bentuk aspirasi masyarakat di tingkat desa agar persoalan keterbatasan air bersih mendapatkan perhatian dan penanganan dari pemerintah. (MBPN-ISMAN)
