JATENG, bhayangkaraperdananews.com – Kab. Semarang, Konferensi Pelayan Ladang Tuhan atau biasa disingkat dengan KPLT merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Sinode Jemaat Kristen Indonesia (JKI) untuk memberkati hamba-hamba Tuhan interdenominasi, khususnya para pendeta yang mempunyai jemaat kurang dari 100 orang. KPLT tahun 2023 mengusung tema “Mekar di masa sukar, berbuah di masa susah” diselenggarakan di Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala selama empat hari tiga malam, pada tanggal 24 – 27 Januari 2023.
Acara ini diikuti oleh 360 peserta yang terdiri dari hamba Tuhan dan pendeta jemaat dari berbagai wilayah di Jawa. Ada pula beberapa hamba Tuhan dari Sumba yang khusus datang untuk mengikuti acara serta berfellowship dengan rekan sepelayanan.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Panitia dan Ketua Sinode Jemaat Kristen Indonesia (JKI) dengan prosesi pemotongan pita sebagai symbol dibukanya acara KPLT 2023.
Dalam sambutannya, Ketua Sinode JKI yaitu Pdt. Adi Sutanto menegaskan bahwa acara ini bukan hanya acara kumpul-kumpul saja, tetapi saling menguatkan dan memberkati tanpa melihat perbedaan gereja. Tujuannya yaitu Bersama mencari Tuhan untuk tetap kuat di masa kesukaran.
Pada ibadah pembukaan, Firman Tuhan disampaikan secara kolaboratif antara Pdm. Yusup Rogo Yuono dan Pdt. Adi Sutanto yang memberikan pengertian tentang cara pandang dan identitas yang baik akan menghasilkan respon yang baik terhadap situasi yang ada di sekitar kita.
Ditutup dengan Pesan Firman dari Pdt. Adi Sutanto tentang mentalitas seorang hamba Tuhan dalam menghadapi kesukaran.
Acara hari pertama KPLT 2023 ditutup dengan pesan firman Tuhan dari Pdt. Jose Carol dari gereja JKI JPCC Jakarta yang mengupas nats dari Mazmur 62.
Dalam penyampaian firman tersebut disampaikan bahwa ketenangan hanya terletak pada kedekatan dengan Tuhan. Hanya dekat Allah saja kita dapat tetap tenang menghadapi situasi yang menghimpit, kesukaran boleh datang, kesusahan boleh datang, namun Orang yang tinggal dekat dengan Tuhan akan tetap dapat berbuah di hidupnya dan menjadi berkat bagi orang di sekitarnya. (MBPN-Fibry Jati Nugroho)
