ACEH SINGKIL,Bhayangkaraperdananews.com – Tender Proyek senilai 14 Milliar ditargetkan dapat menuntaskan lanjutan pembangunan jembatan handel Rimo, kecamatan gunung meriah, Aceh Singkil. dengan itu pula diperkirakan jembatan tersebut sudah dapat digunakan akhir tahun ini 2022. Jembatan sudah mulai dikerjakan oleh Pemenang tender CV J2 GIP senilai 12 miliar lebih.
Dengan itu pula, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Aceh Singkil, Erwinsyah Putra,ST, sebelumnya membuat surat permohonan terhadap Kejaksaan Negeri(Kejari) Aceh Singkil untuk pendampingan dalam
Pelaksanaan lanjutan Pembangunan jembatan handel. Demikian disampaikan Erwinsyah Putra kepada media, Kamis(06/10/22) dikantornya.
Surat permintaan Kadis PUPR Aceh Singkil, nomor: 600/PUPR/396/2022 tanggal 2 September 2022. Perihal nya ialah, Permohonan pendampingan dan pengawalan hukum tentang pekerjaan pembangunan jembatan handel gunung meriah tahap IV sumber anggaran DOKA tahun 2022.
Atas dasar surat Kadis PUPR tersebut, Kejari Aceh Singkil melakukan pendampingan hukum(Legal Assistant) kepada dinas PUPR Aceh Singkil terkait pekerjaan pembangunan jembatan handel gunung meriah tahap IV tersebut, dengan nilai kontrak Rp 12.017.235.000.-
Selanjutnya kata Erwinsyah, pada 15 September 2022 yang lalu, diruang rapat Kejari Aceh Singkil dilaksanakan pemaparan pendampingan hukum di bidang perdata dan tata usaha negara terkait pekerjaan yang dilaksakan dinas PUPR dengan pagu sebesar Rp 14.267.470.000.- dan nilai kontrak pemenang tender senilai Rp 12.017.235.000.- bersumber dari DOKA 2022.
Dalam rapat itu dihadiri Kajari Aceh Singkil, Muhammad Husaini,SH, tim pengacara negara, Kadis PUPR,Erwinsyah Putra, PPTK, CV Yunus yunior consultant selaku consultant pengawas dan CV J2 GIP, selaku penyedia jasa kontruksi.
Pembangunan jembatan handel tahap IV dalam bentuk umum meliputi item, pekerjaan tanah, perkerasan berbutir, perkerasan aspal, struktur dan preservasi jembatan.
“Mudah-mudahan tidak ada aral melintang, kita harapkan pembangunan jembatan handel Rimo tuntas pada desember 2022 nanti. Jembatan itu sangat vital untuk sarana transportasi masyarakat antar beberapa kecamatan. Masyarakat mengidam-idamkan secepatnya jembatan tersebut bisa dilewati, agar transportasi lancar yang tidak menjadi kendala dan persoalan seperti selama ini. Jembatan itu kebutuhan total dan vital, demi menunjang kelancaran perekonomian masyarakat dan kita semua, smogalah…”,tutup Erwin. (MBPN_A1/02.HT)
