• Kam. Mei 19th, 2022

BHAYANGKARA

PERDANA NEWS

Kredit Recovery Untuk Pemulihan Pariwisata Bali

Byadmin

Mar 30, 2022

BALI, bhayangkaraperdananews.com – I Nyoman Parta,SH. DPR RI Dapil Bali dari Praksi PDIP Bali banyak di hubungi oleh para pengusaha akomodasi pariwisata lokal berkaitan dengan kendala tambahan kredit di Bank pemerintah, (30/03/2022)

I Nyoman Parta, SH., Mengatakan tadi sudah saya sampekan dalam RDP dengan Dirut utama Bank Bank Himbara Bank BRI Mandiri, Bank BNI dan BTN

Seperti yang kita ketahui Bali mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi minus lebih dari 9% akibat hantaman covid 19

Bali yang mengandalakan pertumbuhan ekonomi dari industri pariwisata, sedangkan Covid-19 justru terjadi pembatasan orang ke Bali

Banyak perusahan mengalami stagnasi bahkan kebangkrutan

Diawal Covid-19 mereka mengajukan program restrukturusasi 3 sampai 6 bulan, tapi ternyata Covid-19 berjalan lebih dari 2 tahun

Setelah 2 tahun lebih Covid-19, hotel, restoran, dan akomodasi pariwisata tutup sekarang mau bangkit kembali seiring mulai berdatangan wisatawan ke Bali.

Namun para pelaku usaha di Bali sedang mengalami kendala permodalan untuk me-recovery usahanya, mereka punya jaminan, opertunity juga ada karena wisatawan mulai datang.

Namun pihak Bank Himbara tidak responsif karena masih menggunakan syarat kredit ketika suasana normal. Padahal kondisi Bali tidak normal, penanganannya harus ekstra, jangan standar.

Pemerintah harus hadir lewat Bank Himbara menyelamatkan ekonomi Bali dan Masyarakat Bali dengan Kredit Recovery agar merekabisa memperbaiki atap , perbaiki AC dan sambungan.listrik dll

Kredit Recovery harus diberikan oleh Bank-Bank Pemerintah, memberi kemudahan kepada pengusaha lokal hanya Bank Pemerintah yang bisa melakukan ini. Kalau berharap dari bank swasta kan nggak mungkin.

“Kita akan minta nasabah untuk mengajukan ulang, akan dilihat permasalahannya struktural atau tidak, jika cash flow nya masih memungkinkan di bantu, kami akan bantu. Karena kita juga ingin nasabah kita hidup, tumbuh berkembang makin besar. Kita akan pisahkan antara yang karena krisis covid-19 dan sebelum covid-19.” Jawab Dirut BNI Bapak Silvano Winston Rumantir

Rapat Dengan Pendapatan (RDP) Komisi VI dengan Bapak Sunarso Direktur Utama Bank BRI, Bapak Royke Tumilaar Direktur Utama Bank Mandiri, Bapak Silvano Winston Rumantir Direktur Utama Bank BNI, Bapak Haru Koesmahargyo Direktur Utama Bank BTN, ujar I Nyoman Parta,SH. DPR RI Dapil Bali dari Praksi PDIP Bali. (MBPN-Nengah Suena)