BOVEN DIGOEL | bhayangkaraperdananews.com – Pagi itu, riuh tawa anak-anak memecah kesunyian di Koramil 1711-13/Getentiri. Di bawah langit Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, puluhan ibu tampak menggendong buah hati mereka, mengantre dengan sabar. Hari itu, Senin (18/5/2026), garis perbatasan RI-PNG tidak sedang bicara soal penjagaan ketat atau patroli militer, melainkan tentang sentuhan kasih yang tulus.
Melalui sinergi antara Satgas Pamtas RI-PNG Statis Yonif 403/WP Koops TNI Habema dan Puskesmas Getentiri, sebuah layanan kesehatan terpadu digelar. Targetnya sederhana namun krusial yaitu memastikan masa depan 28 balita dari Kampung Prabu Atas tumbuh dengan sehat dan kuat.
Bagi para prajurit TNI, menjaga wilayah perbatasan bukan sekadar menjaga patok-patok negara. Dansatgas Yonif 403/WP, Letkol Inf Moh Irwan Afandi, mengungkapkan bahwa kehadiran mereka di sana harus membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Pelayanan kesehatan ini, menurutnya, adalah wujud kepedulian tulus terhadap kesehatan generasi penerus di beranda terdepan Indonesia, sekaligus jembatan untuk mempererat tali silaturahmi yang telah terbangun.
Matahari perlahan meninggi, namun semangat tidak surut. Lima personel Satgas dari Pos Kotis yang dipimpin Sertu Mohamad Arif Rohmanudin tampak sibuk. Mereka bahu membahu dengan petugas kesehatan Puskesmas Getentiri dan para kader Posyandu Kampung Prabu Atas. Ada yang menimbang berat badan bayi, mencatat perkembangan di buku menuju sehat, hingga membagikan vitamin.
Bagi Satgas, memastikan kesehatan masyarakat Kampung Prabu Atas, baik dewasa maupun anak-anak adalah hal yang mutlak. Dengan tubuh yang sehat, warga dapat beraktivitas dan membangun daerah mereka dengan maksimal.
Salah satu personel Satgas, Anjuanda, menyelipkan harapan mendalam di sela-sela kegiatan. Ia menuturkan bahwa melalui momen-momen humanis seperti ini, ikatan persaudaraan antara TNI dan warga perbatasan akan semakin mengakar kuat. Baginya, Posyandu ini bukan sekadar tugas kedinasan, melainkan wadah untuk saling berbagi kebahagiaan dengan sesama.
Kehadiran para prajurit TNI ini membawa angin segar bagi para tenaga medis lokal. Ety Yuniarti (42), seorang staf Puskesmas Getentiri, tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengapresiasi bantuan penuh dari personel Satgas yang membuat jalannya kegiatan Posyandu menjadi jauh lebih tertib dan lancar.
Ety juga menambahkan bahwa inisiatif Satgas untuk menyelipkan layanan pengobatan gratis menjadi magnet tersendiri. Warga yang biasanya enggan berobat, hari itu datang dengan penuh antusias.
Kebahagiaan yang sama terpancar dari wajah Maria Dimar (29). Sembari menimang balitanya, ia menyampaikan terima kasih yang mendalam atas partisipasi aktif dan kepedulian TNI. Mewakili ibu-ibu di Kampung Prabu Atas, Maria berharap kegiatan pengobatan dan pemeriksaan gratis ini bisa menjadi agenda rutin.
Bagi Maria dan para orang tua di perbatasan, mengetahui tumbuh kembang anak secara berkala adalah berkah yang luar biasa. Sebuah harapan sederhana dari pinggiran negeri, agar anak-anak mereka tumbuh sehat di bawah pengawalan kasih para penjaga bangsa. (MBPN-red)
