• Sat. May 9th, 2026

BHAYANGKARA PERDANA NEWS

Investigasi Cepat dan Akurat

Mengenang Meninggalnya Sang Deklarator GAM Tgk Hasan Muhammad Ditiro

ACEH | bhayangkaraperdananews.com – Ziarahi makam Tgk Hasan Muhammad di Tiro, yang bertempat di Gampong meureu kecamatan Indrapuri kabupaten Aceh besar, Sabtu ( 3/6/2023 ), Tgk Hasan Muhammad Ditro atau yang paling di kenal dengan WALI NANGGROE ACEH meninggal 3 Juni 2010.

Sang pemimpin GERAKAN ACEH MERDEKA ( GAM ) berpuluhan tahun bermukim di luar Negeri dalam misi politik nya, langkah politik gerilya menuju juru kunci PERSERIKATAN BANGSA BANGSA ( PBB ) untuk membawa Aceh pisah dengan RI membuat lawan politik nya ketar ketir.

Namun hal itu terhenti hendak nya di tengah jalan karna faktor usia dan kondisi fisik nya yang sudah melemah, pada saat berlangsung nya proses perdamaian antar RI – GAM dengan label MoU Helsinki , kondisi almarhum sudah tidak stabil lagi, banyak perbincangan di kalangan masyarakat Aceh apakah almarhum Tgk Hasan Muhammad Ditiro mengetahui atau menyetujui perdamaian ini….begitu juga dengan butir butir MoU Helsinki.

Bandara Sultan iskandar muda Blang bintang menjadi saksi kepulangan almarhum ke tanah kelahiran nya yang beliau sangat sangat cintai yaitu ACEH SERAMBI MEKKAH, tidak begitu lama beliau di tanah kelahiran nya.

Beliau menghembus nafas terakhir menghadap sang pencipta, sekilas yang kita lihat atau menurut pandangan masyarakat Aceh belum ada yang mengikuti titah nya yang meneruskan perjuangan seperti almarhum Tgk Hasan Muhammad ditiro.

Pasca damai Aceh lahir lah partai-partai lokal di provinsi yang bertajuk Serambi Mekkah, pada saat ini provinsi Aceh termiskin no 4 di sumatera, sementara kucuran dana ke provinsi aceh bermacam macam sumber, yang di heran oleh masyarakat Aceh hampir di tiap tahun nya dana yang bersumber dari pusat tidak bisa di habiskan, ada beberapa jumlah angka harus di kembalikan ke pusat.

Sementara masyarakat Aceh masih hidup di bawah garis kemiskinan, di tiap tahun nya wisuda / wisudawati dari mahasiswa mencapai ribuan, tapi lapangan kerja tak teciptakan di Aceh, angka pengangguran makin tahun semakin bertambah. (MBPN-Rusli)